× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Gara-gara Pembagian BLT, Ratusan Warga Kembali Blokade Jalinsum di Madina

Gara-gara Pembagian BLT, Ratusan Warga Kembali Blokade Jalinsum di Madina

1245
SHARE
Gara-gara Pembagian BLT, Ratusan Warga Kembali Blokade Jalinsum di Madina

Warga Desa Mompang Julu Blokade Jalinsum, menuntut kepala Desa mundur dari Jabatannya.

Kades : Pembagian Sesuai Musdes Mompang Julu

Mandailing Natal, sidaknews.com - Protes Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT), warga kembali melakukan pemblokade Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Pemblokadean Jalinsum Medan - Padang dilakukan ratusan warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara ini diduga akibat ketidaktransparanan Kepala Desa didalam pembagian BLT dampak COVID-19 dan pengolaan dana desa tahun 2018 hingga tahun 2020.

Pada aksi pemblokiran Jalinsum itu para warga juga menyampaikan sikap mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan.

Dalam pernyataan sikap itu disebutkan adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pengolaan Dana Desa (DD) dan diduga terjadi praktek KKN berjamaah, terhadap kebijakan yang telah dilakukan mengenai infografis APBDes manajemen Bumdes.

Selain itu, operasional NNB juga dinilai warga tidak tepat sasaran. Kebijakan penetapan penerima Bansos bahkan dalam pendataan warga penerima BLT dana desa tidak tepat sasaran.

Pada kesempatan itu para warga juga meminta klarifikasi dan informasi dari Kades tentang DD anggaran tahun 2018 hingga tahun 2020 dan meminta Bupati Madina mencabut SK Kades mompang Julu.

Dari informasi yang didapat dari salah satu warga pemblokiran Jalinsum terjadi ini diduga akibat ketidaktransparanan pemerintah desa didalam pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh oknum kepala desa.

"BLT yang kami terima bervariasi, ada yang dua ratus, ada yang lima ratus ribu. Jadi kami meminta ketransparanan Kades," ujar salah seorang warga.

Akibat pemblokiran ini ruas Jalinsum dari arah Medan menuju Padang dan sebaliknya terlihat mengalami macet total.

Sedangkan Muspida bersama dengan aparat Kepolisian hingga saat ini masih melakukan mediasi dengan warga.

Sementara Kepala Desa Mompang Julu Henri Hasibuan saat di konfirmasi wartawan, membantah pembagian BLT-DD di desa mompang julu tidak transparan.

"pembagian BLT-DD di Mompang julu sudah transparan, karena data wara penerima sesuai musyawarah desa (Musdes) yang di hadiri BPD, tokoh masyarakat, alim ulama,"ucapnya

Dijelaskan Henri, penerima bantuan BLT DD yang kita salurkan sesuai rapat Musdes sebenyak 873 KK, dengan jumlah Rp 200 Ribu per/KK. Dari jumlah kk di Desa Mompang Julu hanya 174 KK yang tidak menerima.

Masalah pembaguan BLT DD bisa saya pertanggung jawabkan,"tegas kepala desa. (putra)

VIDEO