× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda pendidikan Geruduk Kantor DPRD Karo, Orangtua dan Calon Siswa Keberatan Atas PPDB TA 2020-2021 di SMA Melalui Sistim Online

Geruduk Kantor DPRD Karo, Orangtua dan Calon Siswa Keberatan Atas PPDB TA 2020-2021 di SMA Melalui Sistim Online

2705
SHARE
Geruduk Kantor DPRD Karo, Orangtua dan Calon Siswa Keberatan Atas PPDB TA 2020-2021 di SMA Melalui Sistim Online

Orang tua dan calon siswa geruduk kantor DPRD Karo.

Tanah Karo, sidaknews.com - Puluhan Orang tua siswa dan calon siswa SMA kembali lakukan aksi demo damai dan mendatangi kantor DPRD Karo Jalan Vetran Kabanjahe Selasa (30/6/2020 ) sekira pukul 09:15 wib menyampaikan aspirasinya dengan membentangkan alat peraga.

Mereka sambil berorasi, para calon siswa meluapkan uneg-unegnya sembari secara bersama-sama membacakan isi Pancasila dari sila ke lima "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indinesia"seru mereka serentak.

Adapun alasan dari calon siswa tersebut begitu juga orang tua masing-masing, bahwa merasa sangat keberatan atas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TA 2020-2021 di SMA melalui sistim online.

Zahara Beru Surbakti ketika mengeluarkan uneg-unegnya kepada wartawan (Foto/Ist)

Lebih satu jam melakukan aksi di depan gedung DPRD Karo, para pendemo dikawal oleh anggota Polres Karo dan akhirnya pihak sekwan DPRD Karo Petrus Ginting meminta 10 orang perwakilan dari orang tua calon murid dan begitu juga calon siswa diterima oleh Ketua DPRD Iriani Beru Tarigan.

Dalam pertemuan tersebut orang tua calon siswa menjelaskan kepada ketua DPRD Karo bahwa pada pengumuman PPDB untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui jalur online ada kerancuan.Selain tu banyaknya calon siswa yang tidak diterima, sementara untuk mengikuti PPDB salah satu syaratnya adalah domisili, padahal rumah mereka dekat sekolah.

Untuk itu, kami meminta ketegasan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Propinsi Sumatra Utara dan pihak SMAN di Kabanjahe untuk membuat tindakan segera mungkin guna mengatasi masalah tersebut.Para orang tua siswa berharap supaya anak mereka diterima di sekolah favorit di Kabupaten Karo dan terkait PPDB untuk SMA tersebut, meminta untuk dibatalkan, dan berharap sebagai syarat domisili mengutamakan kartu keluarga warga.Begitu juga KUPT Dinas Pendidikan Provinsi menerbitkan Surat Pernyataan pembatalan pengumuman PPDB dan melaksanakan seleksi ulang.

Menyahuti permintaan dari orang tua dari calon Siswa SMAN, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan menjelaskan akan di usahakan untuk memverifikasi ulang Syarat dan begitu juga Kartu Keluarga.Jika ada calon siswa yang domisili satu tahun, akan kita cek kembali kebenarannya," ujar Iriani.

Lebih lanjut dikatakannya, akan usulkan juga penambahan satu ruangan untuk menambah alokasi, apabila memungkin penambahan satu ruangan tidak teralisasi, maka kemungkinan sebagian yang tidak sekolah diusulkan kepada sekolah terdekat seperti SMA Simpang Empat, SMA Barusjahe, SMA Munthe yang ruangannya masih bisa menampung peserta didik baru.

Sementara itu, salah satu calon siswa Zahara Br Surbakti disela sela aksi mengatakan, bahwa alamatnya dikampung dalam Kabanjahe lebih kurang 1 Km dari SMAN. "Nilai saya 86,64 dan saa mendapat ranking 2, tapi saya tidak diterima di SMANegeti itu, saya heran sekali cara sistim online yang diterapkan dan begitu juga zonasi"Kesal Zahara.

Sementara beberapa orang tua calon siswa sangat menyayangkan dengan sistem ini, tahun sebelumnya ada juga masalah seperti ini dari Kecamatan Merek, apakah dinas terkait tidak terlebih dahulu memikirkannya"Kalau saya secara pribadi lebih baik kembali ke awal dan dibuat penerimaan siswa cara tes" Ujarnya. (AS)

VIDEO