× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Hamili Anak Dibawah Umur, IM Diciduk Polisi

Hamili Anak Dibawah Umur, IM Diciduk Polisi

836
SHARE
Hamili Anak Dibawah Umur, IM Diciduk Polisi

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra.

Tanjungpinang, sidaknews.com - Mendapat Laporan adanya pelaku inisial IM (19) melakukan perbuatan melanggar hukum dengan menghamili anak di bawah umur Pihak Sat Reskrim langsung bergerak mengamankan tersangka.

"Hari itu juga kita langsung lakukan penangkapan terhadap pelaku di jalan Batu Kucing, Tanjungpinang sekitar pukul 20.30 WIB,” ujar Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra, Rabu (14/10).

Selanjutnya, dibawa ke Polres Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka lalu dilakukan penahanan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Dia menjelaskan, sebelumnya antara korban dan terlapor sudah berkenalan selama 5 bulan yang lalu dan mulai berpacaran lebih kurang selama 1 bulan.

Selama berpacaran dengan terlapor, korban mengaku sudah 3 kali melakukan hubungan layaknya suami istri namun korban tidak ingat lagi hari dan tanggal mereka berhubungan layaknya suami istri tersebut.

“Terakhir kalinya mereka melakukan hubungan layaknya suami istri sekitar September 2020 di salah satu kamar Wisma di Tanjungpinang, namun lupa tanggal berapa,” ungkapnya.

Saat ini korban dalam kondisi hamil 4 Minggu. Orang tua korban baru mengetahui kejadian tersebut pada saat membawa korban ke rumah sakit pada, Senin 12 Oktober 2020 dan orang tuanya diberitahu oleh dokter bahwa korban sebut saja namanya Bunga sedang hamil 4 Minggu.

Setelah itu, orang tuanya menanyakan kepada Bunga siapa yang melakukannya dan akhirnya Bunga
mengakui bahwa yang telah melakukan perbuatan tersebut adalah pacarnya sendiri dan langsung melaporkan ke Polres Tanjungpinang.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU  Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas  UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU denga ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Dewi)

VIDEO