× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Hamili Anak Kandung Hingga Dua Bulan, Bapak Bejat Ini Ditangkap

Hamili Anak Kandung Hingga Dua Bulan, Bapak Bejat Ini Ditangkap

1624
SHARE
Hamili Anak Kandung Hingga Dua Bulan, Bapak Bejat Ini Ditangkap

RS (34) warga Talang Ubi di tangkap tim Elang sat reskrim Polres Pali.

Palembang, sidaknews.com - Seorang petani karet yang memperkosa anak kandungnya di kabupaten Pali di tangkap polisi. RS (34) warga Talang Ubi di tangkap tim Elang dari Reskrim Polres Pali saat berada di rumahnya Kamis (04/06).

Tersangka di tangkap polisi karena telah memperkosa anak kandungnya sendiri sebut saja Bunga (17) yang bukan nama sebenarnya sebanyak dua kali di kebun karet miliknya, akibat perbuatan RS korban yang merupakan anak kandung hamil dua bulan.

Perbuatan bejat tersangka pertama kali di lakukan saat di kebun karet miliknya saat mereka berdua, sedangkan yang kedua Jum,at (17/05) di tempat yang sama dengan paksaan.

"Kapolres Pali AKBP. Yudi Suharyadi mengatakan tersangka tergiur napsu dengan anak karena sudah meranjak dewasa, bahkan pernah tersangka memperlihatkan kemaluannya kepada korban dan menyuruh memegannya namun di tolak."Ujarnya.

Kasus ini terungkap karena korban di temanai ibunya melapor ke Polsek Talang Ubi, kemudian di arahkan petugas untuk di visum, setelah korban mengalami perubahan di tubuhnya kemudian cerita ke ibunya, ujar mantan kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel tersebut.

Setelah penyelidikan dan meminta keterangan saksi saksi pelaku kita kejar dan dan imformasi yang di dapat sedang berada di rumahnya selanjutnya anggota opsnal tim Elang berhasil mengamankan tersangka rumahnya kata Yudi Suharyadi.

Kapolres juga mengatakan tersangka pernah meminta anaknya untuk di test keperawanan tapi di tolak korban berlari namun tanganya di tarik ayahnya dan terjatuh langsung di tindih karena sudah tidak terkendali napsunya saat berada di kebun karet.

Akibat perbuatannya tersangka di jerat dengan undang undang no 17 tahun 2006 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun. (lskandar Mirza)

 

VIDEO