× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda peristiwa Hendak Jenguk Adik Ditempat Kerja, Kakak Temukan Adik Terbujur Kaku Berikut Dua Temannya

Hendak Jenguk Adik Ditempat Kerja, Kakak Temukan Adik Terbujur Kaku Berikut Dua Temannya

7140
SHARE
Hendak Jenguk Adik Ditempat Kerja, Kakak Temukan Adik Terbujur Kaku Berikut Dua Temannya

Ketiga Korban dan kedua orang tua Ari Saputra Gurusinga dihibur oleh Ketua PMI Karo Farida Ariani S.Pelawi (Foto/Ist)

Tanah Karo, sidaknews.com - Ditemukannya tiga orang laki-laki dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar pekerja warung dan pembakaran jagung Arsenal Jalan Let Jen Jamin ginting Penatapen Desa Doulu Kecamatan Berastagi, Rabu (18/11) meninggalkan luka yang mendalam bagiu keluarga ketiga korban.

Dimana dalam penemuan itu Alvin Damanik (18) warga Desa Rimbun Kecamatan Sipis-Pis Kabupaten Sergai, Hafis (19) warga Medan Marelan Lingkungan 31 Rengas Pulau dan Ari Saputra Gurusinga (18) warga Sembahe Dusun V Durin Tani Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang yang merupakan sebagai pekerja di Arsenal tersebut.

Dari awal semula, informasi yang berkembang di Rumah Sakit Amanda mengatakan, bahwa ketiga korban ini tersengat arus listrik dan ada juga yang mengatakan sengaja dikurung didalam kamar dan dikunci dari luar sehingga meregang nyawa.

Namun setelah diperiksa di Rumah sakit Amanda, dari tubuh ketiga korban itu tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan dfan juga pihak Polsekta Berastagi telah melakukan oleh TKP dan memeriksa kamar tempat ketiga yang ditemukan meninggal dunia.

Dari hasil olah TKP Polisi mengamankan satu unit mesin Genset berikut kabelnya dan dugaan meninggalnya ketiga pekerja warung Arsenal itu akibat kekerangan oksigen sebab didalam kamar itu tercium aroma BBM mesin genset.

Sementara Kapolsekta Berastagi Kompol L.M Marpaung kepada wartawan mengatakan, ketiga mayat tersebut sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dibawa kerumah duka dari tubuh mereka tidak ada tanda-tanda kekerasan dan dfiduga meninggal akibat kekurangan oksigen "Sekira jam 01:15 wib dini hari telah diserahkan kepada keluaganya"Ujarnya.

Sementara salah satu karyawan Arsenal, Mita Beru kemit mengatakan kepada wartawan, ketiga orang itu tugasnya jaga malam, namun sampai sif mereka hendak istirahat dan sempat juga kami makan sekira pukul 10:00 wib. Setelah itu mereka beranjak kekamar dan ada kabel genset itu sehingga mereka merasa terganggu sehingga pintu tidak bisa ditutup dan genset itu pun ditarik mereka kedalam kamar dalam keadaan hidup. "Lampu mati maka genset pun dihidupkan untuk menarik air "Ujarnya.

Namun yang pertama kali menemukan ketiga orang itu meninggal, Siska Anjeli Gurusinga (20) tak lain adalah kakak kandung Ari Saputra Gurusinga. Sebelum ditemukan kakak Ari Saputra Gurusinga mendatangi tempat itu dan menanyakan "Dimana adekku dan saya bilang, dia tidur dibawah dan langsung dilihatnya, setelah itu dia datang sambil menangis dan mengatakan kalau adeknya telah meninggal"Ujarnya sedih atas kematian rekan kerjanya.

Sementara penuturan dari Warista Beru Tarigan dan Agustinus Gurusinga orang tua Ari Saputra Gurusinga, bahwa anaknya itu masik sekolah Kelas III di SMA Pencawan Medan, berhubung karena pandemi ini, dia mau bekerja untuk meringankan beban dan biaya sekolah, dia anak kedua dari empat bersaudara, dia anak kedua."Dia baru beberapa bulan bekerja di Arsenal itu"Ujarnya.

Begitu juga dikatakan abang dari Hafis,bahwa Hafis baru dua hari bekerja ditempat itu, saya dapat berita kalau dia meninggal dan tubuh saya langsung lemas dan saya tidak menyangka hal ini bisa terjadi, sama juga dikatakan orang tua dari Alvin Damanik, saya tidak tau lagi harus berbuat apa, rupanya anak saya hanya ngantar nyawanya saja kesini, "Ujarnya berlinang air mata. (AS)