× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post IDI Turukan 15 Dokter Tangani Bansos Kesehatan di Kota Tual

IDI Turukan 15 Dokter Tangani Bansos Kesehatan di Kota Tual

SHARE
IDI Turukan 15 Dokter  Tangani Bansos Kesehatan   di Kota Tual

Ketua Ikatan Dokter Indonesi (IDI) Cabang Malra dan Kota Tual,Dr Fadila Totubun.

TUAL, sidaknews.com - Dalam rangka memperingati hari Kesehatan Nasional dan hari Aids sedunia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Maluku Tenggara dan Tual, Minggu 1/12/2019, mengelar Bakti Sosial (Baksos) berupa Pemerikasaan dan pengobatan gratis kepada puluhan Masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Bertempat di Pengiringan Kiom Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual Provinsi Maluku, pelakasanaan Pemerikasaan dan pengobatan gratis ini meliputi, Pemerikasaan Gula Darah Sewaktu, Asam Urat, Kolestrol dan Hemaglobin (HB) yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIT hingga selesai.

Hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Kota Tual ,Asisten I, II dan III Setda Kota Tual, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual, para Dokter dan Masyarakat dikedua Daerah ini,

Mengawali seluruh kegiatan Ketua Panitia Bansos Dr Jamil Masahida, Dokter yang kesehariannya bertugas di Warkar Pulau Kur Selatan ini mengatakan, Tujuan kegiatan bakti sosial ini untuk memperkenalkan IDI cabang Tual dan Maluku Tenggara (Malra) Kepada Masyarakat,dan meningkatkan Derajat kesehatan Masyarakat di Kedua Daerah ini.

Sementara itu,Ketua Ikatan Dokter Indonesi (IDI) Cabang Malra dan Kota Tual, Dr Fadila Totubun, kepada awak media mengatakan, "Tujuan dari kegiatan bantuan sosial (Baksos) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malravdan Kota Tual priode 2017- 2020 adalah untuk memperkenalkan organisasi ini kepada Masyarakat Luas,karena selama ini eksistensi IDI telah ada sejak 1993, dan saat ini merupakan moment yang tepat untuk memperkenalkan keberadaan IDI. "ujarnya

Lanjutnya, Kegiatan ini bertujuan untuk,mengajak kesadaran masyarakat agar mau memerikasa kesehatan dan cara penggunaan Fasilitas kesehatanbyang baik, sehingga kedepan nantinya kita tidak lagi berorientasi lagi ke pengobatan pengobatan non medis.

" Pemerintah telah menyiapkan fasilitas dan kita hanya menggunakannya dengan baik,sehingga tidak perlu lagi mencari pengobatan Non Medis, " kata Toatubun.

Selain itu, kegiatan Bansos ini juga melibatkan 15 Dokter, 3 diantaranya adalah sepesialis penyakit Dalam dan satu Paru paru, yang diketahui satu Dokter bertugas di RSU Maren Tual dan duanyavdari RSU karel Satsuitubun Maluku Tenggara, ucapnya.

Menyoal tentang berapa banyak Penderita HIV di Kabupaten Maluku Tenggara, Toatubun menjelaskan, sejak 1994-2019 penderita HIV aids yang terdaftar di Dinas Kesehatan Maluku Tenggara berjumalah kurang lebih 700 penderita.

" Penderita HIV Aids yang terdaftar sekitar 700 orang,dan saya yakin yang belum terdaftar masih bayak " kata Toatubun yakin.

Untuk itu si butuhkan kerja sama semua pihak untuk mensosialisasikan bahaya aids ini di kalangan masyarakat, karen Aids tidak habya di tangani oleh Dinas Kesehatan maupun tenaga Medis RSU. Pintanya. (RD)