× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Jelang Lebaran, Tarmizi Age Bagi-bagi Beras Buat Tetangga di Tangerang

Jelang Lebaran, Tarmizi Age Bagi-bagi Beras Buat Tetangga di Tangerang

371
SHARE
Jelang Lebaran, Tarmizi Age Bagi-bagi Beras Buat Tetangga di Tangerang

Tarmizi Age tanpak terlihat bagikan beras kepada tetangganya di Tangerang.

BANTEN, sidaknews.com - Jelang lebaran, Tarmizi Age akrab disapa Al-Mukarram, asal Bireuen, Aceh, yang hijrah ke Tangerang, Banten, karena gagal dapat kerja di Aceh, kini jadi pedagang beras dan telor kecil-kecilan, semoga kedepannya menjadi pedagang yang lebih besar.

Berkat usahanya itu, Tarmizi Age sudah bisa membantu beberapa liter beras kepada tetangganya, di perantauan, "hati saya sangat gembira dapat membantu tetangga', ujar aktivis Pro-Rakyat, ini, Minggu (17/5/2020).

Menceritakan, kisah hidupnya yang sudah pernah dilalui dengan penuh tantangan dan susah payah oleh mantan aktivis Gerakan Aceh Merdeka (lGAM), ini, dari hidup di sebuah kampung pedalaman, Alue Sijuek, Peudada, Bireuen.

Hingga bersepeda tiap pagi ke Sokolah Menengah Pertama (SMP), Peudada, Bireuen, menelisuri jalan penuh lumpur saat musim hujan, adalah bahagian dari perjalanan getir pahit hidupnya yang pernah dilalui, tulis Tarmizi Age.

Jelang lebaran, Tarmizi Age yang tak dapat mudik kampung karena negara sedang di dera wabah Corona (Covid-19), akhirnya memilih membantu tentangga dengan bagi-bagi beras, katanya.

Tidak hanya untuk tetangga, ada juga para pembeli di gerai yang di berikan, gula, minyak sayur, beras dan telur, nampaknya dengan bersedaqah, hati saya senang dan gembira, sebut eks Denmark itu lagi.

Salah seorang warga yang mendapat beras dari Tarmizi Age adalah Hj. Asiti, nenek ini di perkirakan sudah berumur sekkitar 102 tahun, dan tinggal bersama cucunya, Ndang di Kelurahan Mekar Bakti, Panongan, Tangerang, Banten.

Nek Siti menyampaikan terimakasih kepada Tarmizi Age, anak aceh yang hidup di perantauan, jauh dari kampung halaman, lantas masih bisa membantu dirinya, "terimakasih, semoga mudah rezeki", ucap Siti.

Tarmizi Age ini, merupakan anak aceh yang ketika di Banda Aceh pernah tidur seadanya, beralaskan spanduk bekas, tanpa bantal, terkadang tidur dalam mobil, namun usaha untuk mendapat pekerjaan di sana masih juga gagal, di pemerintah pun tertutup peluang dan kesempatan, walau aceh kini di pimpin kader se-partai dengannya, akhirnya ia pilih hijrah ke Tangerang, kisah pilu Tarmizi Age suatu masa dulu.

Kini ia bisa membantu sedikit beras dan beberapa barang lainnya untuk tetangga dan pembeli di gerainya sudah Alhamdulillah, semoga Allah mudahkan rezeki kedepannya, Allah berikan kesehatan buat ibu dan ayah, serta anak-anaknya di kampung, harap Tarmizi Age yang pernah menamatkan sekolah keahlian tangan, industri dan komunikasi selama tiga (3) tahun di Denmark, Eropa.

Bagi Tarmizi Age, dengan dapat memberi dan bersedaqah, sudah cukup hebat, menyumbang itu tak perlu tunggu kaya, tapi denga menyumbang itulah akan mebuat kita kaya, tutup Tarmizi Age, sembari mengajak ummat Islam terutama orang aceh untuk peduli dan membantu tetangga, ibu serta ayah dan anak yatim, agar mereka juga bisa bergembira di hari raya, tegasnya. (Red)

 

 

 

 

VIDEO