× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Kades Tanjung Mbelang Bantah Warganya Terima BLT DD Sebesar Rp303.000

Kades Tanjung Mbelang Bantah Warganya Terima BLT DD Sebesar Rp303.000

618
SHARE
Kades Tanjung Mbelang Bantah Warganya Terima BLT DD Sebesar Rp303.000

Bantuan Sosial dan BLT Desa Tanjung Mbelang saat di kirim warga ke wartawan (Foto/Ist)

Tanah Karo, sidaknews.com - Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa tahap l sudah disalurkan kepada warga diterima dan bantuan ini sudah diterima oleh warga desa Tanjung Mbelang Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo berlangsung di Jambur desa tersebut sekira jam Kamis 14:15 Wib.

Adapun besaran bantuan yang diterima warga desa tersebut yang layak mendapatkan bantuan BLT tersebut sejumlah 196 Kepala Keluarga, masing- masing kepala keluarga yang terdaftar sebagai penerima BLT DD tersebut menerima sebesar 303.000 rupiah. Adanya bantuan yang diterima sebesar itu didapat informasi dari warga yang diperoleh wartawan.

Untuk memastikan kebenarannya, Kepala Desa Tanjung Belang Kecamatan Tiganderket, Juri Ginting langsung dikonfirmasi wartawan ,dia langsung membantahnya.

Dikatakannya ,proses penyaluran BLT DD kepada masyarakat itu sudah sesuai dengan hasil musyawarah bersama dan dihadirioleh Danramil , Kapolsek T, BPD, Pemerintah Desa dan disaksikan beberapa tokoh masyarakat.

Berdasarkan hasil keputusan musyawarah, telah disepakati bersama bahwa terkait penyaluran BLT DD diterima sebanyak 99 Kepala Keluarga dan uang bantuan tersebut sebesar 600.000 rupiah.Kalau masalah dibagikanya kepada sesama warga lainnya, itu saya tidak tau, karena pembagian yang 300 ribu itu antara kesepakatan antara mereka. Jadi yang kami bagikan bantuan kepada masyarakat itu sebesar 600.000 rupiah per Kepala Keluarga, bukan 300.000 rupiah" Tegas Kades Juri Ginting membantah.

Disambungnya lagi, sekali saya katakan, bahwa penerima BLT DD di Desa Tanjung Mbelang Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo sebanyak 99 KK bukan 196 KK " Katanya lagi.

Ditempat terpisah, salah satu staf di Dinas Sosial yang tak mau di sebutkan namanya demi jabatannya mengatakan " saya sontak mendengar kabar kalau ada oknum Kepala Desa di Tanah Karo yang berani membuat peraturan sepihak tersebut.

"Berani kali oknum kades itu membuat peraturan sendiri dengan mengangkangi peraturan yang telah ditetapkan oleh Permendes PDTT nomor 6 tahun 2020," kata staf itu dengan nada terheran heran"

Pemerintah pusat sudah menegaskan bahwa pengutamaan penggunaan dana desa digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penduduk miskin di desa dan kegiatan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (covid-19) dan mengenai besaran dana batuan yang ditentukan wajib di serahkan kepada sipenerima manfaat sebesar 600.000 rupiah kepada setiap Kepala Keluarga dan  jumlah tersebut tak dapat dikurangi maupun dilebihi,"Ujarnya.

Masih menurut pegawai tersebut, "dalam hal ini tidak ada alasan pengurangan jatah bantuan yang telah di tetapkan pemerintah, apabila ada oknum kades yang berani menabrak peraturan tersebut. Maka siap siap lah dengan konsuekwensi yang akan diterimanya." Bebernya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karo Abel Tarawai Tarigan menegaskan, warga yang tidak boleh menerima BLT adalah warga yang sudah mendapatkan bantuan dari APBD atau APBN. Misalnya, penerima PKH, BPNT dan lainnya. Terkait Besaran dana BLT DD yang wajib diserahkan kepada warga tidak bisa kurang maupun dilebihi yaitu 600.000 rupiah sesuai Regulasi dan Permendes nomor 6 Tahun 2020.

“BLT itu sasarannya adalah orang miskin, orang sakit kronis bertahun-tahun dan orang yang kehilangan pekerjaan karena pandemi covid-19. Pendataan awal dilakukan Tim Relawan covid-19. Hasilnya akan dibawa ke dalam forum Musyawarah Desa (Musdes). Dalam musdes itu melibatkan kepala desa, babinsa, babin kamtibmas, BPD, pendamping lokal desa, dan pendamping PKH. Dan bila ada usulan mengenai penambahan jumlah penerima, kades wajib membuat usulan ke Bupati dan Inspektorat," Beber Kadis PMD Kabupaten Karo Abel T Tarigan. (AS)

 

 

 

 

VIDEO