× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Kaget, Untuk Mendapatkan Kelapa Aceh Harus Rela Menunggu Antrian Panjang

Kaget, Untuk Mendapatkan Kelapa Aceh Harus Rela Menunggu Antrian Panjang

6332
SHARE
Kaget, Untuk Mendapatkan Kelapa Aceh Harus Rela Menunggu Antrian Panjang

Warung penjual kelapa asal aceh.

BANTEN, sidaknews.com - Menjelang buka puasa di hari terakhir tentunya beragam lauk yang akan kita siapkan, Namun beda daerah tentunya beda pula menunya, tapi keluarga asal aceh Musmaini  Ulim bersama ibunya Mak Nurmala ini yang sudah menetap tinggal di daerah Tangerang, lain pula seleranya, malah memilih masakan yang menggunakan kelapa, hingga mereka pesan pada Tarmizi Age untuk membelinya.

Ternyata penjual kelapa, apalagi kelapa aceh tidak banyak di daerah Tangerang, salah seorang penjual buah bersantan itu adalah Hendra,  "Ironisnya untuk membeli satu biji kelapa harus rela antrian panjang, ujar Tarmizi Age aktivis Pro-Rakyat, asal Aceh, di Tangerang, Banteng, Sabtu (23/5/2020).

Kelapa aceh di jual dengan harga Rp6000 bang, kata Hendra si penjual kelapa kepada saya yang sedang berdiri, kata Tarmizi Age yang sedang antrian beli kelapa, wah terkejut saya, ternyata toko kelapa yang tidak jauh dari tempat saya, ikut menjual kelapa aceh, jelas Tarmizi Age yang akrab disapa Almukarram, itu.

Tarmizi Age.

Kelapanya dari hokseumawe, Bireuen dan Pidie bang, sambung Hendra, kaget saya, ternyata antrian panjang, yang terlihat tidak jauh dari gerai Tasha & Daniel Berkah Jaya milik musafir aceh itu, adalah orang yang ingin beli sebiji atau dua biji kelapa aceh, siap kukus, sebut mantan aktivis GAM Denmark, itu lagi.

Terkait adanya jualan kelapa aceh di Kecamatan Panongan, Tangerang, ini menandakan adanya hubungan bisnis yang kental antara  orang aceh dan orang sunda, antara Pemerintahan Aceh dan Provinsi Banten, kata Tarmizi Age yang terpaksa hengkang dari aceh karena gagal dapat pekerjaan di Serambi Mekah.

Kita berharap hubungan kedua region ini, bisa memetik sumber pendapatan daerah, terutama untuk Aceh yang disebut sebagai daerah termiskin di Sumatra, tegas Tarmizi Age lulusan sekolah AMU Denmark, yang pernah aktif memajukan Industri Kelapa di Bireuen, Aceh, walau sulit mendapat dukungan dari pemerintah setempat, tutupnya. (Red)

VIDEO