× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Kapal Pemancing Ikan Asal Pamana Ilegal Fishing, di Rumpon Nelayan Ende dan Nagekeo

Kapal Pemancing Ikan Asal Pamana Ilegal Fishing, di Rumpon Nelayan Ende dan Nagekeo

455
SHARE
Kapal Pemancing Ikan Asal Pamana Ilegal Fishing, di Rumpon Nelayan Ende dan Nagekeo

ENDE-NAGEKEO, sidaknews.com - Kapal motor (KM) yang berjenis armada berukuran 6 sampai 9 Gross Tonnage (GT) asal pulau Pamana Kabupaten Sikka terpantau melakukan ilegal fishing pada rumpon nelayan yang berada di utara Kabupaten Ende dan Nagekeo. Jum'at (16/10/2020)

Dokumen kelengkapan surat - surat kapal asal pulau pamana ini diakui semua sudah sesuai prosedur namun letak pelanggarannya adalah tidak mempunyai rumpon untuk kebutuhan sebagai sarana pendukung pencarian mereka di laut dan sebab itulah armada pemancing semaunya menangkap ikan di rumpon yang bukan miliknya dan paling banyak didominasi rumpon nelayan berada utara Kabupaten Nagekeo.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama TNI AL perlu penegasan terhadap kapal - kapal armada asal Pemana karena permasalahan ini bukan pertama kali terjadi sejak awal maret 2020 ilegal fishing mulai terjadi pada rumpon - rumpon nelayan kecil dan rumpon yang dibiayai dari dana pribadi ataupun dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi hasilnya diambil begitu saja tanpa ada komunikasi dan kontribusi oleh armada ini.

Hardianto nelayan Desa Marapokot Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo NTT, pada jumad sore (16/10/2020) mengatakan kepada media sidaknews.com, perlunya keterlibatan semua instansi dalam hal ini tim gabungan yang membidangi kelautan untuk memberi penegasan kepada armada pemancing yang sering lakukan ilegal fishing, karena keresahan nelayan Marapokot ketika dilarang untuk mengambil ikan di rumpon milik mereka justru anak buah kapal (ABK) armada pemancing tersebut memaki caci nelayan yang punya rumpon.

" perlu keterlibatan tim gabungan yang membidangi kelauatan untuk memberi penegasan kepada armada pemancing ini ketika mereka mengambil ikan di rumpon kami dan ketika kami larang justru ABK maki caci kami," jelasnya.

Irwan, nelayan kampung Bekek dikonfirmasi terpisah ia membenarkan hal itu, dikatakan irwan armada pemancing sangat mengganggu nelayan lokal dan ABK armada tidak segan-segan melambaikan benda tajam ke arah nelayan lokal ketika dilarang memancing.

" armada pemancing sangat mengganggu nelayan lokal, mereka tidak segan - segan tunjukan parang ketika kita larang mereka mancing di rumpon milik kami,"pungkasnya. (M. Yasin)