× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Kapolres Madina: Kita Akan Selidiki Aktor Intelektual Pelaku Demo dan Pengrusakan

Kapolres Madina: Kita Akan Selidiki Aktor Intelektual Pelaku Demo dan Pengrusakan

1118
SHARE
Kapolres Madina: Kita Akan Selidiki Aktor Intelektual Pelaku Demo dan Pengrusakan

Mobil milik Wakapolres Madina Kompol E Zalukhu dibakar warga.

Mandailing Natal, sidaknews.com - Polres Mandailing Natal (Madina) akan melakukan penyelidikan terhadap peristiwa demo blokade jalan yang berujung ricuh dan aksi pembakaran 2 unit mobil di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Mandailing Natal (Madina) pada Senin (29/6) kemarin.

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi melalui Kasat Reskrim AKP Azwar Anas kepada wartawan menyampaikan Demo yang berujung ricuh dan menyebabkan 6 orang personel Polisi mengalami luka-luka serta 2 mobil di bakar, akan di lakukan penyelidikan.

"Ada 6 orang anggota Polri yang mengalami luka-luka saat mengamankan demo itu, dan sudah ditangani medis, kalau dari warga kita belum dapat informasi," kata Azwar.

Ia mengatakan, aksi tersebut berujung ricuh karena warga meminta kepala desa diberhentikan. Lalu, pada sore harinya aksi warga berujung ricuh dan warga membakar kendaraan yang tak jauh dari kerumunan. Ada 2 unit mobil yang terbakar, salah satunya mobil milik Wakapolres Madina Kompol E Zalukhu.

Terkait aksi pembakaran tersebut, AKP Azwar memastikan pihaknya akan melakukan proses hukum.

"Pastilah (diproses), kita sedang melakukan penyelidikan," pungkasnya.

6 personel polisi tersebut masing-masing AKP J Hutajulu mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan, kemudian Aipda AB Siagian mengalami luka memar di kaki akibat lemparan batu. Selanjutnya, Bripda WA Putra terkilir bahu kiri, lalu Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri.

Kemudian, Briptu M Arif dan Bripka H Sitorus mengalami luka memar di bagian kepala.

Sebelumnya, aksi demo blokade jalan dilakukan warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 Wib, lalu petang harinya terjadi kericuhan yang berujung pada aksi pembakaran beberapa unit kendaraan bermotor.

Aksi ini berawal dari pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) penanganan Covid-19 bersumber dari dana desa. Sebagian warga mengaku tidak memperoleh bantuan sesuai dengan nilai yang ditetapkan yaitu Rp 600 ribu setiap rumah tangga. (Putra)

VIDEO