× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri Kapolres Tanjungpinang: Aksi Demo Murni Mahasiswa, Jangan Ada Penyusup

Kapolres Tanjungpinang: Aksi Demo Murni Mahasiswa, Jangan Ada Penyusup

274
SHARE
Kapolres Tanjungpinang: Aksi Demo Murni Mahasiswa, Jangan Ada Penyusup

Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal saat menyampaikan kepada para mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasinya

Tanjungpinang, Sidaknews.com - Kembali aksi Demo menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan menggelar Aksi Demo di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Selasa (13/10).

Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal menyampaikan kepada para mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasinya itu benar-benar mahasiswa dan kalau ingin menyampaikan aspirasi silahkan.

"Jangan mau terpropokasi dan jangan sampai ada yang menyusup serta terjadi bentrok dengan polisi, karena polisi berada di sini untuk mengamankan, diharapkan murni Mahasiswa," katanya.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang Wan Rafiwar, mengatakan di depan para Mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasinya dengan santun dan tidak Anarkis.

Ia mengaku sedih atas Demo yang dilaksanakan ratusan Mahasiswa sebelumnya berakhir ricuh, sehingga beberapa Mahasiswa mengalami luka-luka, agar hal itu tidak terulang kembali.

“Apa permasalahannya kita menginginkan yang baik jangan anarkis, apapun permasalahan duduk bersama cari penyelesaian secara adat dan musyawarah," katanya di depan para mahasiswa yang akan melakukan Aksi Demo di Kantor DPRD Provinsi Kepri.

Utusan DPRD Provinsi Kepri menyampaikan kepada Mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dipersilahkan.

"Sebagai Warga Negara yang baik agar tertib, dalam penyampaian aspirasi silahkan 10 orang yang boleh masuk mewakili perwakilan," katanya.

Namun para mahasiswa menolak perwakilannya dan tetap ingin memasuki Kantor DPRD Provinsi Kepri, sampai berita ini diunggah ratusan Mahasiswa tetap berada luar batas wilayah Kantor DPRD Provinsi Kepri dan tetap bertahan ingin masuk semuanya kedalam tanpa perwakilan. (Dewi)