× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Karena Debu, Masyarakat Tutup Jalan PT BAI

Karena Debu, Masyarakat Tutup Jalan PT BAI

SHARE
Karena Debu, Masyarakat Tutup Jalan PT BAI

Masyarakat Galang Batang Kecamatan Bintan Timur Gunung Kijang Rabu (12/02/2020) menutup beberapa jalan yang biasa digunakan oleh pihak PT BAI untuk lalu lalang truk yang melewati pemungkiman masyarakat setempat.

Bintan, sidaknews.com - Masyarakat Galang Batang Kecamatan Bintan Timur Gunung Kijang Rabu (12/02/2020) menutup beberapa jalan yang biasa digunakan oleh pihak PT BAI untuk lalu lalang truk yang melewati pemungkiman masyarakat setempat.

Masyarakat menutup jalan itu karena Debu yang berterbangan jika di lewati truk apa lagi kalau dilakukan pemboman dari pihak PT. " Itu bukan debu aja yang berterbangan tapi rumah kami pun pada retak dindingnya karena kena getaran yg kuat," kata Anis warga Tempatan.

Bukan hanya PT BAI saja tapi PT SBI truk yang melewati jalan itu juga di gunakan oleh kedua PT bukan hanya debu jalanan saja tapi yang lebih parah lagi debu semen dari PT SBI gitu,"kata masyarakat.

Awalnya pihak PT Bintan Alumina Indonesia itu menjanjikan kepada masyarakat untuk pemberian bantuan dana dan kesehatan, serta perduli akan kesehatan anak anak Sekolah.

"Menurut Ida, dirinya hanya selaku perpanjang mulut dari warga yang ikut membantu menelepon camat hingga belasan kali namun tidak di angkat. Setelah pintu jalur ditutup warga baru camat menghubunginya bahwa direktur PT SBI wirdarto sedang berada di Cina. " katanya.

Dari jam 08.00 Wib masyarakat menutup jalannya proyek sehingga truk pihak proyek tidak bisa lewat dan tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.

Ida yang terkenal vokal dalam membela hak masyarakat, tidak akan membuka portal penutup jalan itu sebelum pihak PT datang. Menjelaskan mengapa janji pihak PT kepada masyarakat itu tidak satupun yang ditepati. " Hal kecil sajalah janji untuk memberikan anak-anak sekolah masker aja sampai sekarang tidak ada. Sementara anak kami pergi dan pulang sekolah serta sedang belajar harus menghirup debu. Apa mesti tunggu anak anak kami sakit dulu baru perduli, " jelasnya menolak tegas.

Karena aksi penutupan jalan proyek itu pihak polisi yang di utus dari Polsek Gunung Kijang Kanit Reskrim Ipda Adi menjelaskan bahwa dalam hal ini tidak ada unsur melanggar hukumnya hanya keinginan dan hasrat hati masyarakat apa saja yang tidak terpenuhi, dari pihak PT, mari kita bincangkan hal ini baik baik saya selaku pihak hukum akan menampung semua aspirasi dari masyarakat. Nanti akan saya sampaikan kepada camat dan Kapolsek," katanya. (Dewi)