× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda aceh Kasus Dugaan Amoral Bupati Simeulue Ditanggapi Plt Gubernur Aceh

Kasus Dugaan Amoral Bupati Simeulue Ditanggapi Plt Gubernur Aceh

1031
SHARE
Kasus Dugaan Amoral Bupati Simeulue Ditanggapi Plt Gubernur Aceh

Aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh oleh Ormas GEMPAR.

Banda Aceh, sidaknews.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Masyarakat Pengawal Amanah Rakyat (GEMPAR) Mahasiswa Kabupaten Simeulue kembali mengelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, dalam kasus beredar Vidio amoral diduga kuat dilakoni oleh Erli Hasim Bupati Simeulue dengan seorang wanita hal itu di tanggapi oleh Plt Gubernur Aceh melalui juru bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani kerab disapa SAG. Senin (19/10). Sekira pukul 02. WIB.

Pada kesempatan itu SAG menjelaskan. “Terkait dugaan Kasus Amoral yang disampaikan oleh Ormas Gempar dan Perwakilan Mahasiswa Kabupaten Simeulue pada hari ini adalah yang kedua kalinya ditanggapi oleh Plt Gubernur Aceh, Ir. H.Nova Iriansyah, M.T melalui Saifullah Abdul Gani Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh yang didampingi Kepala Bandan Kesatuan dan Politik Aceh, Drs. Mahdi Effendi, diantara lain turut dikawal oleh Kepolisian Polda Aceh dan Satpol PP Provinsi Aceh sehinga aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib dan aman.

Pada kesempatan itu Jubir Pemprov Aceh kerab disapa SAG mengatakan. “Kasus Vidio ini yang pernah di kami terima setahun yang lalu tidak bukan berarti kami diamkan, Namun selama ini kasus terus berjalan koordinasi dengan dinas Syari’at Islam Bupati dan DPRD Simeulue yang pernah membentuk Pansus terkait kasus dugaan Bupati melakukan pelanggaran Syari’t Islam, DPRK Simeulue mengatakan permasalahan ini telah disampaikan ke makamah Agung, Namun sejauh ini hasil daripada Makamah Agung ini yang belum kami pantau oleh kami.” Katanya.

SAG menjelaskan. “Saya kira ada dua persoalan yang disampaikan oleh Ormas Gempar, Pertama memang tanggung jawab moral menegakan nilai-nilai Syari’ah Islam kedua untuk menjaga kemurnian hukum Syariat Islam di Kabupaten Simeulue, supaya tidak ada tindakan yang tidak patut di biarkan.

Oleh karena itu Pemerintah Aceh, Apriasi kepada teman-teman yang hadir pada hari untuk menyampaikan permasalahan yang sangat objektif, beda dengan meminta seseorang yang dihukum tanpa bukti tetapi meminta untuk klarvikasi terkait vidio yang selama ini beredar dikalangan masyarakat jika terbukti maka perlu penegakan Undang- Undang Pelanggar Syariat Islam jika tidak terbukti maka diminta Pemerintah Aceh menjernihkan supaya menjadi Aib bagi masyarakat Kabupaten Simeulue.” Ujarnya.

Lebih lanjut, permasalahan ini SAG berjanji akan kami teruskan kepada bapak Plt Gubernur Aceh yang nantinya disisi mana yang akan ditindak lanjuti, jangan sampai penegakan peraturan Daerah (Qanun) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang seharusnya di Hukum malah tidak jadi hukum,

Demikian juga sebaliknya, oleh karena itu perlu proses dan kehati-hatian yang akan kami kagi kembali dengan seksama yang nantinya kita sampaikan ke Publik.

seraya menyapaikan Kabupaten Simeulue tercatat masih Relatif rendah terimfeksi Covid-19, jangan sampai kembali kita nanti jusrtu Covid-19 yang sedang kita lawan bersama ini malah bertambah, oleh karena itu harapan kami tetap menjalani dan mematuhi peraturan Protokol kesehatan, demikian paparkan SAG selain jubir Pemprov Aceh, juga Juru Bicara (Jubir), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. (DICKY)

VIDEO