× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda aceh Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan, MOI Aceh Desak Polisi Tangkap Pelaku

Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan, MOI Aceh Desak Polisi Tangkap Pelaku

462
SHARE
Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan, MOI Aceh Desak Polisi Tangkap Pelaku

Ketua MOI Aceh, S., S.Fil.I.

BANDA ACEH, sidaknews.com - Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Aceh mengecam tindakan pengeroyokan terhadap wartawan Antara, Teuku Dedi Iskandar, di Aceh Barat dan mendesak polisi agar menangkap siapapun yang sengaja atau berusaha menghalang-halangi kerja pers.

"Kami sangat perihatin dan mengecam serta mengutuk semua tindakan penghalangan, kekerasan, intimidasi, penganiayaan pengeroyokan terhadap wartawan," kata Hidayat. S., S.Fil.I, ketua MOI Aceh, kepada media ini, Senin (20/01/2020)

Hidayat menjelaskan, baru - baru ini juga ada pengancaman terhadap wartawan Modus Aceh, Aidil di Aceh Barat, kemudian hari ini, pihaknya mendapat kabar bahwa wartawan Antara, Teuku Dedi Iskandar dikeroyok oleh sekelompok orang, yang juga terjadi di Aceh Barat.

Atas kejadian itu, MOI Aceh meminta kepada polisi merespon cepat kasus pengeroyokan tersebut. Selain itu, MOI Aceh juga meminta agar menindak para pelaku penghalang kerja pers dengan menggunakan Undang - Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Kami mengingatkan kepada pihak penegak hukum, bahwa kerja Jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik," tegas Hidayat.

Pihaknya juga meminta kepada kepolisian tidak ragu untuk menjerat siapapun pelaku kriminalisasi terhadap pekerja pers ke meja hijau, karena, lanjut Hidayat, kerja wartawan merupakan perpanjangan tangan rakyat yang dilindungi oleh Undang - Undang.

"Kalau ada pihak yang tidak suka kepada wartawan, artinya dia ada masalah dengan rakyat atau ada indikasi melanggar hukum, sehingga takut diberitakan oleh media, makanya mereka melakukan kriminalisasi untuk menghambat tugas wartawan," imbuhnya.
 
Hidayat menejelaskan, wartawan tidak mungkin menyampaikan berita yang tidak sesuai fakta, kalau pun ada oknum wartawan yang menyebarkan hoax atau melakukan tindakan pemerasan dan sebagainya, kata Hidayat, bisa dilaporkan ke penegak hukum.

"Karena kita (wartawan) bekerja sesuai kode etik, tidak sembarangan, jika ada oknum yang melanggar kode etik, saya pikir tidak perlu diancam atau dipukul, laporkan saja ke penegak hukum, pasti ditangkap juga," ujarnya.

Selain itu, Ketua MOI Aceh ini juga mengajak para jurnalis di Aceh untuk bersatu dan saling mendukung satu sama lain, tanpa melihat perbedaan organisasi apalagi perbedaan arah pemberitaan di media masing - masing demi kepentingan masa depan kebebasan pers.

"Kalau kita bersatu, kita bakal kuat, kita bakal disegani, jika kita tidak bersatu, tentu sangat mudah diadu domba, jangan ragu, karena kita perpanjangan tangan rakyat dan penyampai pesan kebenaran," pungkasnya. (dk/q)

 

 

 

 

 

VIDEO