× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Kelompok Tani Harapan Kami Binaan PT SMGP Bisa Menghasilkan 7 Ton Bawang Prei

Kelompok Tani Harapan Kami Binaan PT SMGP Bisa Menghasilkan 7 Ton Bawang Prei

220
SHARE
Kelompok Tani Harapan Kami Binaan PT SMGP Bisa Menghasilkan 7 Ton Bawang Prei

Kebun bawang daun di desa huta julu binaan PT SMGP.

Madina, sidaknews.com - Perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) tak henti-hentinya melakukan pembinaan kelompok tani di wilayah kerja perusahaan. Seperti di Desa Hutajulu Kecamatan Panyabungan Selatan, PT SMGP mempunyai kelompok tani binaan bernama 'Harapan Kami'.

Kelompok tani ini mempunyai kebun bawang daun atau lebih dikenal dengan nama bawang prei. Mereka menyediakan lahan untuk budidaya bawang prei sementara pihak perusahaan memberikan pembekalan teknologi sekaligus suntikan modal yang melengkapi semua kebutuhan kelompok, seperti mulsa, bibit, pupuk, sprayer elektrik, dan kebutuhan lainnya.

Ketua Kelompok Tani Harapan Kami, Abdul Somad Batubara kepada Wartawan, Senin (29/9/2020) mengatakan saat ini kelompok tani yang ia pimpin mempunyai kebun bawang prei seluas lebih kurang 1 hektar yang mana semua kebutuhan kebun mereka itu diberikan oleh PT SMGP. Estimasi keuntungan yang mereka dapatkan dari budidaya bawang prei tersebut dengan bibit 1 ton diperkirakan hasil produksinya adalah 7 ton.

"Kelompok tani Harapan Kami beranggotakan 11 orang, luas lahan yang kami kelola sekitar 1 hektar, semua kebutuhan mulai dari pengerjaan lahan, pembuatan mulsa, bibit, pupuk dan perlengkapan lainnya diberikan SMGP. Saat ini sudah mulai memasuki panen, kita perkirakan bibit 1 ton menghasilkan panen 7 ton," kata pria yang akrab disapa Somad itu.

Somad bersama anggota kelompok tani Harapan Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan panas bumi PT SMGP yang mau membantu ekonomi masyarakat di Desa Hutajulu.

"Kami mengucapkan terima kasih atas semua bantuan PT SMGP, selama ini kami terkendala di modal, sementara tanah di sini sangat subur untuk tanaman pertanian dan holtikultura.

"Setelah perusahaan memberikan modal berupa barang dan perlengkapan yang kami butuhkan, setidaknya ada 11 rumah tangga di desa ini yang terbantu dengan program ini," kata Somad sembari menyebut di Desa Hutajulu jumlah kepala keluarga hanya sekitar 50an.

Ke depan, kata Somad, keuntungan panen perdana ini akan mereka buat sebagai modal guna memperluas kebun bawang prei di Desa Hutajulu untuk menambah kesejahteraan bagi warga desa tersebut.

Terpisah, External Affairs PT SMGP Krishna Handoyo didampingi koordinator Community Depelovment Muhammad Al-Khotib Nasution menjelaskan program tersebut merupakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja perusahaan.

"Ini merupakan CSR (Corportae Social Responsibility) dan tanggung jawab sosial kita kepada masyarakat.
Kehadiran perusahaan ini masyarakat bisa mendapat manfaat baik secara ekonomi maupun peningkatan sumber daya manusia.

"Kita memberikan bantuan semua kebutuhan petani dalam budidaya bawang prei ini. Kita juga memberikan pembekalan kepada mereka bagaimana teknik budidaya untuk meningkatkan hasil produksi mereka. Ini tujuannya untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat," kata Krishna dan Khotib Nasution. (Putra)

VIDEO