× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Kisah Kakek Sebatang Kara di Sidimpuan Tinggal di Gerobak Reyot Selama 8 Tahun

Kisah Kakek Sebatang Kara di Sidimpuan Tinggal di Gerobak Reyot Selama 8 Tahun

583
SHARE
Kisah Kakek Sebatang Kara di Sidimpuan Tinggal di Gerobak Reyot Selama 8 Tahun

Hasan Siregar (83) tinggal dalam gerobak di Jalan Sultan Hasanuddin, tepatnya dekat pagar Masjid Raya Al-Abror kota Padangsidimpuan, Sumut.

Sidimpuan, sidaknews com - Seorang kakek yang hidup sebatang kara dalam sebuah gerobak. Kehidupan sang kakek yang sudah renta, usia pun mulai senja dan hidupnya hanya sebatang kara. Ompung Hasan (Hasan Siregar ), begitu warga sekitar memanggilnya. Kakek berusia 83 tahun tersebut tinggal di gerobak pemberian Warga.

Gerobak ditinggalinya itu berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Wek IV, tepatnya di dekat pagar Masjid Raya Al-Abror.

Sayangnya, hingga saat ini tidak ada perhatian dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan kecuali para dermawan yang baik hati. Kakek ini mengaku telah tinggal di gerobak tersebut selama 8 tahun.

"Sebelum ada gerobak ini, saya tidak punya tempat tinggal. Kadang tidur di emperan dan kadang tidur dekat tangga masjid. Beberapa tahun lalu ada yang berbaik hati dan memberikan saya gerobak. Dan akhirnya gerobak ini saya jadikan tempat tinggal karena saya tidak memiliki keluarga," ucapnya saat ditemui ,Sabtu (12/09)

Lebih lanjut Kakek ini mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari makan, dirinya bekerja memulung barang bekas sebelum akhirnya dijual ke tempat pengepul. Namun, selama pandemi COVID-19 melanda, dirinya mengaku kesulitan ekonomi.

"Kakek bertahan hidup dari hasil memulung, tapi selama pandemi pandemi ini saya baru menjual barang bekas yang di kumpul 6 bulan lalu dan hanya menerima Rp200 ribu karena sangat susah mendapatkan barang bekas saat ini,” ucap pria kelahiran Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara ini,"

ia bercerita, dirinya datang ke Kota Padangsidimpuan setelah Indonesia merdeka. Saat itu, dia menumpang kenderaan penjajah Belanda menuju Kota Padangsidimpuan.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku sempat ikut berjuang di massa penjajahan. "Saya ke Sidimpuan ini numpang kenderaan Belanda. Dan saya masih ikut berjuang melawan penjajah. Namun beginilah hasilnya," ungkapnya. (*/sabar)

 

VIDEO