× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri Ketua KPK Periode 2019-2023

Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri Ketua KPK Periode 2019-2023

SHARE
Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri Ketua KPK Periode 2019-2023

Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri Ketua KPK Periode 2019-2023.

Bangka Belitung, sidaknews.com - Jumat, 13 Desember 2019, Nama Komisaris Jenderal Polisi Drs. Firli Bahuri, M.Si ramai diperbincangkan pasca dirinya terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-red) untuk masa jabatan 2019-2023.

Keberhasilan Komjen Pol. Firli Bahuri dalam melewati semua tahapan seleksi tidak terlepas dari upaya serta doa yang selalu ia panjatkan kepada Allah SWT, yang kiranya memohon untuk diberikan yang terbaik baginya serta Bangsa dan Negara.

Komjen Pol. Firli Bahuri Insya Allah akan dilantik pada tanggal 20 Desember 2019 besok merupakan salah satu figur penting dengan sederet prestasi luar biasa. Namun rasanya banyak yang belum tahu bagaimana dan seperti apa perjalanan hidupnya sejak kecil yang penuh inspirasi dan patut untuk diketahui publik khususnya generasi muda Indonesia.

Dalam kesempatan silaturahmi Yakub Ismail dengan Komisaris Jenderal Polisi Drs. Firli Bahuri, M.Si di Mabes Polri, kamis 28/11/2019 pekan kemarin, saat bincang-bincang dan ditanya bagaimana dan seperti apa sehingga bisa seperti sekarang ini, komjen Pol. Firli terseyum sejenak seraya berkata Alhamdulilah barokah, Komjen Pol. Firli Bahuri kemudian menuturkan beberapa kisah perjalannya.

Komjen Pol. Firli Bahuri terlahir di sebuah kampung terpencil bernama desa lontar di Sumatera Selatan pada tanggal 08 November 1963, dari seorang Ibunda yang bernama Tamah dan Ayahanda bernama Bahuri, dan ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara.

Sebagaimana kehidupan di desa, komjen Pol. Firli Bahuri tumbuh dengan keterbatasan sarana publik namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk dapat berhasil sekolah layaknya anak-anak pada umumnya.

Diusianya yang ke 5 tahun Sang Ayah telah meninggalkan Komjen Pol. Firli Bahuri dan keluarga untuk kembali kepada Sang Khaliq, dan hal tersebut menjadi masa-masa kelam bagi Komjen Pol. Firli Bahuri beserta saudara lainnya, hidup bersama seorang Ibunda dan lima saudara lainnya yang sudah tidak memiliki Ayah ( Yatim -red ) menjadikan Komjen Pol. Firli Bahuri mengenal apa itu kerja keras dengan sarat perjuangan keras. Namun semangatnya tak pernah luntur untuk menggapai cita-cita.

Meski baru duduk di bangku sekolah dasar, Komjen Pol. Firli Bahuri sudah harus bekerja ekstra untuk dapat membantu meringankan beban Sang Ibunda yang telah mengambil peran sebagai kepala keluarga untuk menafkahi ia serta lima saudaranya.

Tekadnya yang sudah bulat untuk dapat besekolah tersebut membuat masalah jarak tempat tinggal yang jauh dari sekolah tidak menyurutkan niatnya untuk belajar, dan untuk dapat sampai ke sekolah Komjen Pol. Firli Bahuri harus menempuhnya dengan berjalan kaki belasan kilometer.

Adapun pada saat Komjen Pol. Firli Bahuri hendak melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP Bhakti), hanya ada satu sekolah swasta terdekat yang ada yaitu di kecamatan pengandongan dengan jarak yang sangat jauh dan sulit dalam ukuran anak seusianya ( 8 km atau 16 km pulang pergi ) dari kediamannya yang kembali harus ditempuh dengan berjalan kaki, namun hal itu semua tidaklah menyurutkan niat dan semangatnya untuk bisa bersekolah.

Bersekolah tidak membuat Komjen Pol. Firli Bahuri lupa untuk tetap berjuang membantu Sang Ibunda, maka untuk dapat terus mengejar cita-citanya setelah tamat SMP Komjen Pol. Firli Bahuri merantau jauh meninggalkan kampung halaman untuk dapat melanjutkan sekolahnya di SMAN 3 Palembang, dan sebagaimana dituturkan kalangan rekan-rekan Komjen Pol. Firli Bahuri, bahwasanya tidak sulit untuk menemukan jenderal bintang tiga tersebut disekolah karena dalam kesehariannya hanya ada dua tempat yang menjadi Favorit dari Komjen Pol. Firli Bahuri yaitu Perpustakaan dan kelas belajar.

Pria kelahiran Lontar, 08 November 1963 putra bungsu dari enam bersaudara tersebut memiliki karir yang cukup gemilang di Kepolisian Republik Indonesia.

Terpilih sebagai ketua KPK yang akan segera memimpin lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi untuk masa jabatan 2019 - 2023, Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri merupakan sosok yang telah dikenal dikalangan lembaga tersebut.

Komjen Pol. Drs Firli Bahuri, M.Si juga sempat bercerita sedikit kepada Yakub Ismail saat ditanya pencapaiannya saat ini, Alhamdulilah Ucapnya....Insya Allah semoga selalu diberikan petunjuk dan lindungan Nya. Agar amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya

Sebagaimana diketahui bahwa Komjen Pol. Firli Bahuri memulai karirnya sejak memasuki sekolah bintara polri pd tahun 1984 ( seba milsuk II dodiklat 006 betung polda sumbagsel ) setelah 3 kali gagal mengikuti Akabri di 82,83 dan 84. Selanjutnya setelah lulus bintara Polri bertugas di polres cibabat Polda jabar. Kemudian pada tahun 1987 mengikuti pendidikan militer Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), itupun setelah ia gagal seleksi AKABRI di magelang pada tahun 1985 dan 1987.

Adapun setelah berhasil menuntaskan studinya di AKABRI pada tahun 1990, ia melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) pada tahun 1997 dan program pasca sarjana Kajian ilmu kepolisian Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2000.

Sekolah Staf dan Pemimpin Polri (Sespim) berhasil ia selesaikan pada 2004, dan bertugas di Polda Metro Jaya.

Selama bertugas, dirinya selalu menunjukkan dedikasi yang tinggi untuk negara yang dicintainya. Ia juga tak berhenti menorehkan sejumlah prestasi lewat perjuangan kerasnya. Melihat prestasinya yang memukau, deretan kepercayaan pun dilimpahkan kepadanya.

Pada 2001 ia diangkat menjadi Kapolres Lampung Timur, ini merupakan jabatan strategis untuk awal karirnya di lembaga Kepolisian Republik Indonesia.

Dalam perjalanannya, Komjen Pol. Firli Bahuri memperlihatkan keseriusannya dalam menjalankan tugas dan amanah yang dipercayakan oleh negara.

Alhasil, pada 2005 ia kembali ditunjuk sebagai Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebelum itu, dirinya juga sempat menjabat Wakapolres di Lampung Tengah.

Perjalanan karirnya kian hari kian cerah, ia akhirnya ditempatkan menjadi Kapolres Kebumen pada 2006. Pada tahun berikutnya, 2007, ia kembali diangkat menjadi Kapolres Brebes.

Berkat kinerjanya yang membuat decak kagum banyak pihak, ia kemudian menerima sejumlah promosi jabatan yang datang silih berganti.

Dimulai dari ditunjuknya menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2009), dilanjutkan dengan Asisten Sespri Presiden (2010), hingga mengemban amanah jabatan Ditreskrimus Polda Jateng pada 2011. Selama bertugas di dir reskrimsus polda jateng, beberapa bupati , walikota dan anggota dewan tersangkut kasus korupsi dituntaskan secara profesional.

Kepercayaannya kian meningkat setelah dirinya mengikuti seleksi sebagai Ajudan Presiden dan wakil Presiden RI 2012, dan mengemban amanah sebagai ajudan wakil presiden RI 2012 -2014, sebelum akhirnya menjabat Wakapolda Banten 2014.

Jabatan prestisius lainnya pun terus menyusul. Dirinya diangkat menjadi Karodalops Sops Polri 2016 dan saat itulah aksi super damai 212 dikelolanya dengan apik sehingga berjalan aman dan nyaman. Di akhir tahun 2016 ia juga ditunjuk sebagai Wakapolda Jawa Tengah. Karirnya kian melejit hingga akhirnya menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat ( Feb. 2017 S/d April 2018 ).

Pada tahun 2018, ia dipercayakan menempati posisi Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebuah langkah awal sebelumnya dirinya benar-benar ikut berkontestasi dalam penjaringan calon pimpinan KPK pada pertengahan 2019 silam.

Namun, sebelum itu dirinya juga sempat menjabat Kapolda Sumatera Selatan (2019), daerah tempat ia menghabiskan masa kecil dan studinya di awal.

Pada tahun yang sama, 2019, ia juga ternyata menerima kepercayaan menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kabaharkam polri).

Tentu saja, perjalanan panjang karir Komjen Pol. Firli Bahuri yang sungguh luar biasa itu bukan sesuatu yang kebetulan. Akan tetapi semua yang ia dapatkan merupakan sebuah hasil yang lahir dari proses yang panjang dengan tekad yang kuat serta Doanya Kepada Allah SWT. Komisaris Jenderal Polisi Drs. Firli Bahuri, M.Si meyakini bahwa Semua yang telah diterima karena kuasa dan kehendak Allah SWT. (HPI/Fr)