× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda peristiwa Korban Meninggal Tanpa Asuransi Nelayan, Ini Curahan Hati Ketua KNTI Bintan Pesisir

Korban Meninggal Tanpa Asuransi Nelayan, Ini Curahan Hati Ketua KNTI Bintan Pesisir

975
SHARE
Korban Meninggal Tanpa Asuransi Nelayan, Ini Curahan Hati Ketua KNTI Bintan Pesisir

Tampak jasad Encep yang ditemukan di perairan numbing.

Bintan, sidaknews.com - Nelayan Desa Kelong, Asep Saifuddin alias Encep akhirnya ditemukan warga nelayan desa Numbing di pesisir pantai pulau Numbing, Sekitar pukul 13.30 Wib dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Jenazah di evakuasi menuju Desa Kelong. Terpantau jelas sebagian warga Nelayan, Tokoh masyarakat, Tokoh agama serta aparat TNI, Polri turut hadir dalam prosesi evakuasi dan Pemakaman. Kecuali BASARNAS karena informasi terakhir, kapalnya sedang mengalami kerusakan kecil di bagian mesin, Senin (03/08/2020).

Nelayan di Kecamatan Bintan Pesisir kembali berduka. Terhitung untuk tahun ini saja sudah 4 orang yang meninggal akibat kecelakaan di laut. Di antara 4 orang tersebut, hanya 1 orang saja yang memiliki Asuransi nelayan. Ternyata tidak semua nelayan memiliki Asuransi nelayan.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kecamatan Bintan Pesisir, Umar Husen angkat bicara terkait dengan banyaknya kasus kecelakaan laut yang mengakibatkan nelayan merenggang nyawa begitu saja.

" Seharusnya semua nelayan sudah memiliki kartu Nelayan/KUSUKA agar mereka bisa mengajukan atau mendaftar di Asuransi nelayan yang merupakan sebuah jaminan untuk nelayan apabila suatu saat mereka mengalami hal - hal yang tak diinginkan, Baik di laut maupun didarat, " Ujarnya tampak sedih.

Masih sambungnya, Begitu sulit untuk mendapatkan kartu Nelayan/KUSUKA, yang notabene merupakan syarat untuk mengurus Asuransi Nelayan. Apakah nelayan tidak di akui sebagai bagian dari masyarakat sosial yang memiliki sumbangsih besar di bidang pangan.

" Mengapa Pemerintah/DKP Bintan dan DKP Provinsi Kepri tidak terlalu serius untuk memberi perhatian kepada Nelayan. Dimanakah keberadaan wakil rakyat untuk memperjuangkan nasib nelayan serta siapakah yang mereka wakili. Jawaban belum bisa nelayan dapatkan tetapi korban terus berjatuhan, " Tambahnya lagi. (Alek)