× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri KPU Kota Tanjungpinang, Pemilih Pemula dan Disabilitas Wajib Gunakan Hak Pilihnya

KPU Kota Tanjungpinang, Pemilih Pemula dan Disabilitas Wajib Gunakan Hak Pilihnya

194
SHARE
KPU Kota Tanjungpinang, Pemilih Pemula dan Disabilitas Wajib Gunakan Hak Pilihnya

M Hafidz Diwa Prayoga koordinator divisi program data dan informasi KPU kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, sidaknews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang melakukan rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih pada pemilihan Gubernur dan wakil gubernur pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang di hotel CK, Kamis (17/9).

Bagi pemilih pemula akan diberikan hak untuk memilih sebagai warga negara. Serta akan memberikan perlakukan khusus bagi penyandang disabilitas untuk melaksanakan haknya dalam memilih suara di Pemilihan Gubernur mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi Program Data dan Informasi KPU Kota Tanjungpinang, M Hafidz Diwa Prayoga, mengatakan akan memberikan surat keterangan yang berlaku sampai 6 bulan jika tidak ada blanko bagi pemilih pemula.Juga memberi akses yang mudah kepada 335 pemilih yang menyandang disabilitas di Kota Tanjungpinang.

“Kita berkomitmen untuk mengfasilitasi mereka, bagi pemilih pemula agar dapat menggunakan haknya sebagai warga negara dan membantu mereka penyandang cacat atau lansia yang datang ke TPS untuk memilih,” katanya.

KPU Kota Tanjungpinang akan mendirikan TPS Ramah Disabilitas untuk disabilitas. Agar pelayanan bagi masyarakat yang disabilitas dapat dilayani dengan baik.

“Kami akan mendata mereka dimana terdaftar dan membangun TPS ramah disabilitas. Jadi mereka yang datang menggunaka kursi roda misalnya. Kami akan mencari lokasi TPS yang bisa dijangkau bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.

Disabilitas, ada empat katagori. Adapun empat katagori tersebut yakni, disabilitaa fisik, disabilitas sensorik, disantilatas mental dan disabilitas intektual. Semua penyandang disabilitas harus diberi akses yang setara untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik.

“Untuk itu, tidak boleh ada perbedaan, atau pengecualian terhadap kelompok disabilitas tertentu. Termasuk, hak bagi penyandang disabilitas untuk masuk dalam daftar pemilih dan menggunakan hak pilihnya, begitu juga bagi pemilih pemula pihak Disdukcapil segera mendata ulang jumlahnya dan lakukan rekaman secepatnya agar mereka dapat menggunakan hak pilihnya, " jelasnya. (Dewi)

VIDEO