× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut KPU Madina Tolak Berkas Syarat Pencalonan Pasangan Idris-Imran

KPU Madina Tolak Berkas Syarat Pencalonan Pasangan Idris-Imran

2259
SHARE
KPU Madina Tolak Berkas Syarat Pencalonan Pasangan Idris-Imran

Rapat Pleno KPU Madina, rabu malam (26/2/2020).

Mandailing Natal, sidaknews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menolak berkas syarat dukungan pasangan DR.Drs. Muhammad Idris Lubis, MT-As Imran Khaitamy Daulay SH (Ber-IMAN) kerena tidak mencukupi batas minimal yang di tetapkan.

 

Sebab, berdasarkan hasil pengecekan perhitungan manual yang di mulai 23-26 Februari 2020, dari 25942 berkas yang di serahkan tim pasangan Idris-Imran terdapat 2428 dinyatakan TMS, Dan bekras MS 23514, sehingga berkas yang di serahkan itu belum mencukupi batas minimal yang di tetapkan.

Penolakan berkas pasangan Idris-Imran berdasarkan rapat Pleno KPU Madina, pada rabu malam (26/2/2020) yang di pimpin langsung Ketua KPU Madina Fadilla Syarif di hadiri Komisioner KPU Komisioner KPU Madina, Ahmad Faisal, Muhammad Ikhsan, Muhammad Yasir Nasution, Muhammad Husein Lubis dan juga di hadiri Bawaslu Madina, serta Lo Bakal Calon Pasanan Idris-Imran.

Ketua KPU Madina Fadilla Syarif bersama Komisiomer KPU Madina Divisi Teknis Muhammad Iksan kepada wartawan, kamis dini hari (27/2/2020) menyampaikan berkas bakal calom yang di cek itu seperti B1 KWK perseorangan yang di tandatangani atau di bubuhi cam jempol, dan di tempel photocopy E-KTP atau di lampiri photocopy surat keterangan.

Dan Formulir B.1.1-KwK yang di bubuhi tandatangan bakal calon perseorangan, di bubuhi materai dan di cetak dari Silon. Serta Formulir B: KwK perseorangan di bubuhi tandatangan bakal calon perseorangan di bubuhi materai dan di cetak dari Silon,"jelas Ikhsan.

Lanjut Ikhsan, pengecekan berkas Bakal Calon perseorang di lakukan secara selektif dan terbuka dengan di saksikan Bawaslu Madina, tim dari Bakal Calon Idris-Imran selama 4 hari penuh.

Sementara Bakal Calon Perseorangan Idris-Imran ataupun tim belum bisa di mintai keterangan karena setelah hasil rapat pleno di serahkan langsung meninggalkan kantor KPU Madina. (putra)