× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Kuliah Umum Tantangan Ekonomi Global dan Kawasan di Era Industri 4.0

Kuliah Umum Tantangan Ekonomi Global dan Kawasan di Era Industri 4.0

SHARE
Kuliah Umum Tantangan Ekonomi Global dan Kawasan di Era Industri 4.0

Yufrizal selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe rutin memberikan kuliah umum untuk menambah wawasan serta memberikan informasi perkembangan terkini khususnya di dunia perekonomian.

Lhoksemawe, sidaknews.com - Sebagai wujud nyata peran Bank Indonesia untuk ikut serta dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Yufrizal selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe rutin memberikan kuliah umum untuk menambah wawasan serta memberikan informasi perkembangan terkini khususnya di dunia perekonomian.

Pada 11 Desember 2019, kuliah umum diadakan di IAIN Lhokseumawe dengan tema “Tantangan Ekonomi Global dan Kawasan di Era Industri 4.0”. Kuliah umum diawali dengan pemaparan tentang masa keemasan Provinsi Aceh beberapa tahun silam, dimana juga disampaikan bahwa Provinsi Aceh adalah satu-satunya provinsi yang terdapat 1 pasangan suami-istri pahlawan yang terdapat dalam pecahan uang rupiah.

Selanjutnya, disampaikan pemaparan tentang kondisi perekonomian global dimana indikator menunjukkan tahun 2019 banyak negara mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Pada level ekonomi kawasan, Provinsi Aceh menghuni peringkat ke-3 dari bawah terkait pertumbuhan ekonomi. Namun, beberapa kabupaten/kota di bawah wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe menunjukkan pertumbuhan diatas rata-rata provinsi yaitu Kabupaten Aceh Utara & Kota Langsa.

Dalam kancah perekonomian digital, Provinsi Aceh sejatinya memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang. Jumlah penduduk serta pengguna internet seharusnya dapat menjadi motor penggerak ekonomi digital. Namun beberapa indikator ekonomi digital, khususnya fintech dan e-commerce, menunjukkan Aceh masih tertinggal dibandingkan provinsi lain di Aceh.

Pada kesempatan ini disampaikan juga Bank Indonesia senantiasa merespon melalui kebijakan khususnya ekonomi digital melalui 5 Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 dan peningkatan frekuensi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). KPw BI Lhokseumawe juga telah mendorong ekonomi digital melalui penerapan teknologi QRIS (Quick Response Indonesian Standard) untuk pengumpulan ZISWAF di dua masjid serta melakukan pendampingan (onboarding) UMKM untuk dapat masuk dalam ekosistem e-commerce. (T.Saiful)