× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim, aceh LAKI Laporkan Kasus Dugaan Pungli Dana Rehab Rumah Warga Lae Mate ke Kajari Subussalam Kota

LAKI Laporkan Kasus Dugaan Pungli Dana Rehab Rumah Warga Lae Mate ke Kajari Subussalam Kota

475
SHARE
LAKI Laporkan Kasus Dugaan Pungli Dana Rehab Rumah Warga Lae Mate ke Kajari Subussalam Kota

Laskar Anti Korupsi Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Subulussalam Laporkan Kasus Dana Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersumber Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2019 ke Kejaksaan Negeri Kota Subussalam.

Subussalam, sidaknews.com - Laskar Anti Korupsi Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Subulussalam Laporkan Kasus Dana Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bersumber Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2019 ke Kejaksaan Negeri Kota Subussalam.

Ahmad Rambe, didampingi Deni Syahbudin, Sekretaris ormas LAKI DPC Kota Subussalam mengatakan kepada awak media Sidaknews.com melalui pesan singkat WhatsApp. Rabu (8/01/2020). “Kehadiran dirinya bersama teman-teman tujuannya untuk menyerahkan berkas pengaduan hasil temuan dilapangan adanya penyimpangan Dana Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 250 KK perunit mendapat dana bantuan rehab sebesar Rp 19.350.000.
Dana tersebut dipangkas Rp 1.500.000 untuk Jasa Konsultan, oleh ketua kelompok menyerah kepada Konsultan, di saksikan oleh Kepala Dinas Sosial Subussalam.

“Anehnya Masyarakat hanya menerima Rp 11.000.000. pada akhir Januari kembali di cair 30% sebesar Rp 4.650.000 dengan total jumlah yang di terima oleh Masyarakat Rp 15.650.000.

“harusnya Masyarakat di terima Rp 19.350.000, nyatanya Rp 15.650.000 di Pemotongan Rp 3.700.000 perunit, dikali 250 KK dengan Jumlah total Rp 925.000.000.

Untuk itu harapan kami kepada Kajari Subussalam untuk menindak diduga ada Kong Kalikong antara Ketua Kelompok dengan kepala Dinas Sosial Kota Subussalam telah mensunat dana RTLH yang di peruntukan kepada Masyarakat desa Lae Mate, Rundeng, sumber dana DOK 2019 Kota Subussalam.

“Saya selaku Ketua ormas LAKI DPC, Kota Subussalam di damping teman-teman berkas yang kami laporkan dapat di tindak lanjut oleh Kajari Kota Subussalam keranah hukum supaya adanya kepercayaan Masyarakat bahwa Kajari tegas tanpa menindak lanjuti setiap kasus yang di laporkan oleh Masyarakat maupun Lembaga yang pro kepada Masyarakat kalangan bawah”. Kata Ahmad Rambee.

Untuk itu kita tunggu hasil dari pada tindak lanjut, dengan harapan Kajari Kota Subussalam tidak pilih kasih dalam memberantaskan pungli maupun korupsi di Kota Subussalam untuk memulih rasa kepercayaan kepada penegak hukum. “Demikian papar Ahmad Rambee”. Ketua LAKI DPC Kota Subussalam.

Kapala Dinas Sosial Kota Subussalam, Drs. H. Sanusi, yang di hubungi oleh media melalui telepone Sanuler (Hp) maupun Pesan Singkat WhatsApp belum bisa terjawab sehingga berita ini di tayangkan sambari menunggu hak jawab. (D.ril)