× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Larangan Penggunaan Kompresor di Laut, Nelayan Kaburea Harapkan Bantuan Alat Tangkap dari Pemerintah

Larangan Penggunaan Kompresor di Laut, Nelayan Kaburea Harapkan Bantuan Alat Tangkap dari Pemerintah

405
SHARE
Larangan Penggunaan Kompresor di Laut, Nelayan Kaburea Harapkan Bantuan Alat Tangkap dari Pemerintah

Kelompok nelayan Kaburea pengguna kompresor sebagai alat bantu tangkap ikan.

NAGEKEO, sidaknews.com - Dalam lampiran penjelasan pasal 9 ayat (1) undang - undang nomor 45 tahun 2009 tentang kompresor merupakan ABPI yang menjadi satu kesatuan dalam operasi penangkapan ikan yang dijelaskan pada poin a dan b.

Kompresor berbahan bakar bensin sebagai sarana alat bantu penangkapan ikan dan biota laut lainnya yang digunakan sebagian masyarakat nelayan Kaburea Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo NTT ditindak tegas berupa larangan penggunaan berkelanjutan yang merupakan Peringatan satu (P1) oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT serta Kabupaten Nagekeo, Selasa (13/10/2020).

Pendekatan persuasif kepada nelayan Kaburea yang dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan pada senin 05/10/2020 lalu, merupakan giat mengingat sekaligus sosialisai dampak serius bagi nelayan pengguna kompresor berbahan bakar bensin dan sangsi UU Kelautan dan Perikanan tentang penggunaan jenis alat tangkap yang dilarang serta yang ijinkan.

Melalui panggilan telephone singkat oleh wartawan media ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo Elias Tae menjelaskan, setelah dikeluarkan larangan penggunaan kompresor berbahan bakar bensin kepada nelayan Kaburea, nantinya ditindak lanjut berupa pengadaan sarana bantuan alat tangkap yang diijin Pemerintah asalkan permintaan bantuan alat tangkap sesui regulasi yaitu dengan pengajuan permohonan bantuan berupa proposal.

"setelah kita keluarkan larangan bagi nelayan pengguna kompresor kita tindak lanjut dengan himbauan agar masyarakat membuat proposal terkait bantuan alat tangkap yang bukan merupakan alat tangkap yang dilarang, dan kompresor berbahan bakar bensin dampaknya sangat merugikan dan berbahaya, itu jelas dalam UU nomor 45 tahun 2009 pasal 9 ayat 1 dijelaskan pada poin a dan b." jelasnya.

Sementara itu Indra nelayan Kaburea mengatakan, ia berharap setelah ada larangan untuk dia dan kelompok nya Pemerintah secepatnya realisasi bantuan alat tangkap ketika proposal sudah diajukan, karena mengingat kelompoknya semua berprofesi nelayan dan hidup hanya bergantungan pada hasil laut.

" harapan saya ke Pemerintah ketikan sudah ajukan proposal permohonan bantuan alat tangkap secepatnya direalisasi, karena kebergantungan hidup kami hanya di laut." harapnya. (M. Yasin)