× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Lebih dari 50 Persen Sungai di Kabupaten Blitar Tercemar Limbah

Lebih dari 50 Persen Sungai di Kabupaten Blitar Tercemar Limbah

218
SHARE
Lebih dari 50 Persen Sungai di Kabupaten Blitar Tercemar Limbah

Salah satu sungai di Blitar yang tercemar/Foto: istimewa.sidaknews com Blitar)

BLITAR, sidaknews.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar. menyebut lebih dari 50 persen sungai yang melintasi di wilayah kabupaten ini tercemar.

Ada tiga parameter yang digunakan DLH untuk mengukur kualitas air sungai yang jadi sampel. Ketiga parameter itu yakni kekeruhan air, kandungan bahan organik dalam air, dan kandungan bakteri E.
Coli.Dari tiga parameter itu, hasil uji sampelnya 50 persen sungai di Blitar termasuk sungai Brantas yang mengalir di wilayah Blitar, tercemar," kata Kepala DLH Kabupaten Blitar, Krisna Triatmanto, waktu di temui di kantornya senin (12/10/2020).

DLH melakukan uji sampel pada September 2019. Di situ menunjukkan hasil kekeruhan air dan kandungan organik dalam air mencapai angka 7.5 dan kandungan E.coli mencapai angka 23.40.Pada bulan itu belum memasuki musim hujan. Jadi dengan hasil itu kategorinya masih ringan. Namun kemungkinan besar angkanya naik seiring musim hujan. Karena banyaknya limbah ternak sapi dan ayam ikut terbawa masuk ke aliran sungai," ungkapnya.

"Ia mamaparkan pencemaran itu diakibatkan pembuangan limbah rumah tangga dan kegiatan warga langsung ke sungai. Di Kabupaten Blitar, terbanyak dari kandang ternak baik ayam maupun sapi. Selain itu juga penggunaan pupuk di sawah yang pengairannya masuk ke sungai juga menjadi faktor penyebab.

"Dengan kondisi pencemaran ini, ekosistem di sungai juga terancam. Namun, karena belum kami temukan kandungan logam berat dan membahayakan, jadi ikan yang hidup di habitat sungai di sini masih aman dikonsumsi," lanjutnya.

Berdasarkan data statistik, Kabupaten Blitar mempunyai tujuh sungai besar. Yakni Sungai Jimbe, Loding, Lekso Wetan, Putih, Jari, Manis dan Lekso. Sungai-sungai ini sebagian besar bermuara ke Sungai Brantas dan sebagian kecil ke laut selatan.

Lanjut Krisna sedangkan untuk Sungai Brantas, pencemaran sudah terjadi di sekitar daerah hulu di Malang. Karena kondisi inilah, air Sungai Brantas di Blitar tidak dijadikan bahan baku air bersih oleh PDAM. (BAS/ADV/KMF)

 

VIDEO