× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda babel Lokalisasi Teluk Bayur Diobrak-Abrik, 102 PSK Diamankan Tim Gabungan

Lokalisasi Teluk Bayur Diobrak-Abrik, 102 PSK Diamankan Tim Gabungan

2191
SHARE
Lokalisasi Teluk Bayur Diobrak-Abrik, 102 PSK Diamankan Tim Gabungan

Operasi Yustisi sekaligus KRYD yang dilaksanakan Pemkot bersana Tim Gabungan Polres Pangkalpinang

Pangkalpinang, Sidaknews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bersama Tim Gabungan Polres Pangkalpinang dan Kodim 0413/Bangka, melaksanakan giat Operasi Yustisi sekaligus KRYD di wilayahnya, Sabtu (26/09/20). 

Sebanyak 102 orang wanita penghibur dan 13 mucikari dilokalisasi Teluk Bayur terjaring dan  langsung diamankan dalam operasi tersebut. 

20200927_142942

Kabag Ops Polres Pangkalpinang, AKP Johan Wahyudi mengatakan kegiatan bersama tim gabungan dilakukan sebagai langkah dalam penegakan disiplin Protokol Kesehatan Covid-19. Selain itu kata dia dalam giat ini polisi juga menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan sasaran penyakit masyarakat.

"Dalam giat ini sebanyak 102 perempuan pekerja hiburan malam dan 13 Mucikari dilokasi Teluk Bayur terjaring razia," ungkap Kabag Ops. 

Ia menyebut sebelumnya Pemkot Pangkalpinang pada bulan April 2020 lalu sudah melakukan kesepakatan bersama dengan pemilik wisma Teluk Bayur agar untuk menutup aktivitas ditempat tersebut, namun hingga sampai saat ini jumlah penghuni yang bekerja di wisma-wisma Teluk Bayur semakin hari semakin bertambah.

"Terkait ini, semua pekerja sudah didata oleh Dinas Sosial kemudian Pemkot memberikan limit waktu sampai dengan 1 minggu, kedepan pekerja-pekerja ini segera dipulangkan kedaerah masing-maaing," jelasnya. 

Sementara itu Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam menambahkan bahwa pada dasarnya pengurus-pengurus Wisma Teluk Bayur sudah melanggar kesepakatan bersama pada bulan April 2020 lalu agar menutup aktivitas tersebut dan kata Sekda Sosialisasi dan berita acara pun sudah diberikan.

"Kami minta untuk mami dan papi yang mempekerjakan PSK agar memulangkan mereka ke daerah asal dan tidak mempekerjakan lagi sebagai PSK, apabila ini dilanggar maka akan dikenakan Sanksi sesuai aturan yang berlaku," tegas Sekda. (Fajri)