× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda pendidikan Mahasiswi Ini Paparkan Isu Tatap Muka di Awal Tahun 2021

Mahasiswi Ini Paparkan Isu Tatap Muka di Awal Tahun 2021

341
SHARE
Mahasiswi Ini Paparkan Isu Tatap Muka di Awal Tahun 2021

Septia Anggriany dari Jurusan Sosiologi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang.

Tanjungpinang,sidaknews.com - Septia Anggriany Mahasiswi dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang jurusan Sosiologi menyampaikan banyak hal yang didengar mengenai pelaksanaan tatap muka diawal tahun, Kamis (14/01/2021).

Mengenai tatap muka Presiden jokowi mengizinkan kembali kegiatan belajar – mengajar tatap muka di sekolah yang berada di zona kuning. sebelumya, hanya sekolah yang berada di zona hijau yang boleh melaksanakan kegiatan belajar – mengajar.

Keputusan ini disampaikan jokowi dalam rapat kabinet. Dengan memperhatikan arahan dari presiden agar pelonggaran atau relaksasi di dalam kegiatan proses belajar mengajar hal ini mengenai pembukaan sekolah di zona kuning karena melihat berbagai keluhan dari guru hingga orang tua siswa.

Meski demikian, keputusan sekolah di daerah zona kuning dibuka atau tidak tetap berada di tangan pemda setempat, sekolah dan orang tua siswa. Namun, Pembukaan sekolah ditengah covid-19 mengandung resiko dimana membuka peluang penularan semakin meningkat besar.

Pemerintah juga memikirkan dampak pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang tak terukur dan tak terlihat secara kasat mata. Nadiem Makarim mengatakan, keputusan membuka sekolah tatap muka harus merupakan keputusan bersama dari pemerintah daerah, kepala sekolah dan komite sekolah yang merupakan perwakilan orang tua siswa.

Dalam menentukan sekolah mana yang diizinkan untuk dibuka kembali. Banyak daerah kesulitan melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara daring. Pemberian pembelajaran tatap muka bisa dilakukan serentak maupun bertahap, tergantung kesiapan masing-masing daerah dan berdasarkan diskresi maupun evaluasi kepala daerah.

Sekolah yang melaksankan tatap muka harus mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat. Berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021 sekolah diharapkan meningkatan kesiapan untuk melakukan tatap muka dari sekarang sampai akhir tahun.

Masih banyak hal yang diragukan lagi mengenai tatap muka apakah bisa berjalan dengan efektif karena pembukaan sekolah dilakukan takutnya mengakibatkan ada kerumunan terhadap siswa, tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker hal ini membuat covid19 semakin meningkat.

Jika di daerah mereka zona hijau pihak sekolah harus mengikuti protokol kesehatan seperti menyediakan cek suhu ketika masuk kesekolah dan sanitizer tempat cuci tangan menjaga jarak dan tidak lupa memakai masker demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswanya agar sekolah tatap muka tetap aman supaya terhindar dari covid-19.

Jadi, dalam tatap muka kita juga perlu punya persiapan dan izin dari orang tua, hal ini juga meringankan siswa selalu aktif dalam belajar tidak terlalu banyak bermain. Adapun mekanisme yang diharapakan dapat berjalan selama pembelajaran tatap muka berlangsung nanti adanya pengurangan siswa dalam kelas bangku dan kursi setiap satu siswa satu dan menjaga jarak agar lebih efektif dan mampu membagi jam jadwal siswa pagi dan siang agar terhindar kerumunan.

Hal ini dikhawatirkan apabila timbulnya dampak negatif yang terjadi kepada anak bila online terus dilakukan. Seperti munculnya resiko putus sekolah dikarenakan anak terpaksa berkerja untuk membantu keuangan keluarga ditengah krisis pandemi covid19. Juga akan terjadi kesenjangan pencapaian belajar akibat perbedaan akses dan kualitas selama pembelajaran jarak jauh dapat mengakibatkan kensenjangan capaian belajar, ketidak optimalan pertumbuhan pada kemampuan anak.

" Jika pembelajaran tatap muka secara berpanjangan beresiko terhadap pembelajaran yang di mana interaksi dengan guru, teman dan lingkungan luar ditambah tekanan akibat sulitnya pembelajaran jarak jauh dapat menyebabkan stres pada anak, " Ujar Septia saat ditemui di depan Kampusnya. (Alek)