× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Martua Sitompul Dampingi Warga Laporkan Kepdes Aek Parupuk Terkait Dana Desa dan Pemecatan Sepihak

Martua Sitompul Dampingi Warga Laporkan Kepdes Aek Parupuk Terkait Dana Desa dan Pemecatan Sepihak

2607
SHARE
Martua Sitompul Dampingi Warga Laporkan Kepdes Aek Parupuk Terkait Dana Desa dan Pemecatan Sepihak

Martua Sitompul, SH pendamping masyarakat tantom kabupaten Tapsel saat memberikan keterangan pers, Selasa (26/1/2021)

Sidimpuan,sidaknews.com - Akibat pengelolaan Dana Desa (DD) yang tidak transparan seperti yang terjadi di Kecamatan Tano Tombangan (Tan Tom ) Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ada sebanyak 16 Desa bermasalah terkait pengelolaan Dana Desa yang diduga di korupsi, salah satunya Desa Aek Parupuk.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Aek Parupuk Kennedy Pakpahan yang didampingi Kaur Pembangunan David Pamiel Lumbantobing dan masyarakat Desa Aek Parupuk lainnya kepada awak media, Selasa (26/01)

"Betul kita sudah melaporkan oknum Kepdes Aek Parupuk Redikson Panggabean,SH, terkait tindak pidana Korupsi pengelolaan Dana Desa Korupsi dan pemberhentian saya secara sepihak tanpa mengikuti mekanisme yang berlaku seperti tertuang pada Permendagri No. 6 Tahun 2017 dan surat edaran Mendagri No. 141/4268/sj tentang pengawasan dan pembinaan kinerja Kepala Desa tentang prosedur pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa," kata Kennedy Pakpahan.

Kantor kepala Desa Aek Parupuk.

Ia bersama perangkat Desa yang lain merasa diombang ambing dan meminta proses pemberhentiannya melalui sistem dan aturan yang ada di pemerintahan kabupaten Tapanuli Selatan.

"Ini bukan kerajaan. Kami bersama teman yang lain meminta hak kami".

Imbas dari pemecatan itu Kennedy menjelaskan penghasilan dan tunjangan perangkat desa dari bulan Maret sampai Desember 2020 dimana pada saat itu saya menjabat sebagai Sekretaris Desa Aek Parupuk tidak pernah menerima gaji dan Tunjungan apapun dari Kepdes Redikson Panggabean, SH, alasannya kepada saya tidak menganggarkan penghasilan tetap dan tunjangan perangkat desa di tahun 2020 ini, beber Kennedy Pakpahan.

 Hal yang sama juga di katakan Kaur Pembangunan Desa Aek Parupuk David Pamiel Lumbantobing, dirinya juga keberatan atas tindakan Oknum Kepdes Aek Parupuk Redikson Panggabean, SH yang membuat tindakan sepihak tanpa mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku mengenai penonaktifan

"saya selaku Kaur Pembangunan Desa Aek Parupuk, juga keberatan dengan honorium yang tidak dibayarkan oleh oknum Kepdes Aek Parupuk dari bulan Pebruari s/d Desember 2020, "ungkapnya.

Selain itu pemberhentian sepihak juga dialami Sekdes Aek Kahombu Roy Zimry Silitonga yang diberhentikan oleh oknum Kepdes Aek Kahombu Pardamean Silitonga tanpa mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Sementara terkait hal tersebut Martua Sitompul,SH pendamping masyarakat Tantom mengatakan, Kita sangat menyesalkan atas sikap arogansi oknum Kepdes Aek Parupuk Redikson Panggabean, SH yang telah berbuat semaunya dan sepihak atas pemberhentian Sekretaris dan Kaur Pembangunan Desa tanpa aturan dan prosedur yang berlaku.

"Selaku manusia kita merasa kasihan dan terpanggil untuk membantu masyarakat yang tidak diberikan haknya, seperti yang dialami Sekretaris, Kaur Pembangunan Desa Aek Parupuk dan Sekretaris Desa Aek Kahombu Roy Zimry Silitonga," tegas Martua Sitompul, SH.

Martua juga menjelaskan, Permasalahan ini sudah kita laporkan kepada penegak hukum seperti Kejari Kabupaten Tapanuli Selatan, Polres Kabupaten Tapanuli Selatan dan juga kepada pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Dinas Pemdes. Atas laporan tersebut kita belum mendapat jawaban terkesan tutup mata atas laporan yang kita sampaikan, jelas perantau kelahiran Tan Tom ini.

Atas permasalahan ini Martua Sitompul, SH berharap hak masyarakat terealisasi, dan masyarakat dipandang sebagai kedaulatan rakyat atau dihormati, pangkas Martua Sitompul. SH. (Sabar)

Previous article Cabuli Bocah 6 Tahun, Kakek Setengah Abad Ini Ditangkap Polisi
Next article Polres Bintan Tetapkan Mamat Sebagai Tersangka Kasus Penganiyaan di Lapas

VIDEO