× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Menjaga Status Zona Hijau, Satgas Gabungan Penanganan Covid-19 Bersinergi Himbaukan Prokes di Pelabuhan Marapokot

Menjaga Status Zona Hijau, Satgas Gabungan Penanganan Covid-19 Bersinergi Himbaukan Prokes di Pelabuhan Marapokot

174
SHARE
Menjaga Status Zona Hijau, Satgas Gabungan Penanganan Covid-19 Bersinergi Himbaukan Prokes di Pelabuhan Marapokot

Tim gabungan satgas covid di pelabuhan Marapokot.

Nagekeo, sidaknews.com - Pintu masuk atau akses utama melalui jalur laut di Kabupaten Nagekeo adalah Pelabuhan Marapokot, seperti yang dilansir pemberitaan media ini terkait Kabupaten Nagekeo telah dinyatakan zona hijau, Satuan Tugas (Satgas) penanganan covid-19 yang terdiri dari TNI, POLRI dan Otoritas Syahbandar bersinergi tegaskan protokol kesehatan kepada penumpang yang tiba dari Bima, Nusa Tenggara Barat menggunakan Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 55, kamis malam (17/09/2020).

Sebagaimana pernyataan juru bicara gugus covid-19 Silvester Teda Sada, untuk menjaga status Daerah sebagai kawasan zona hijau (bebas covid-19) pelaku perjalanan dari luar Daerah tetap taat pada protokol kesehatan, seperti jaga jarak, selalu menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun, karantina mandiri dan bertanggungjawab untuk pelaporan terkait pelaku perjalanan kepeda petugas penanganan covid-19 serta bertanggungjawab untuk melaporkan tempat tinggal kapada pemerintah setempat.

Himbauan dan penegasan untuk selalu taat protokol kesehatan oleh satuan tugas di pelabuhan Marapokot, merupakan peran dan rasa tanggungjawab penuh terhadap status Daerah, dikaitkan dengan kedatagan penumpang asal Bima, NTB menggunakan KM Sabuk Nusantara 55 di Pelabuhan Marapokot sebanyak 29 orang penumpang, tanpa terkecuali menjalani Rapid test.

Satuan tugas penanganan covid-19 Pelabuhan Marapokot yang didalamnya termasuk otoritas Syahbandar, selaku anggota tim Deni Arisandi Mengatakan, kedatangan peenumpang asal Bima akan tetap dilakukan rapid test meskipun penumpang tersebut telah dibekali dengan surat ketarangan rapid.

"Kita tetap lakukan rapid test kepada 29 orang penumpang ini meskipun mereka dibekali dengan surat keterangan hasil rapid, dan 29 orang ini 6 diantaranya domisili disini ( Nagekeo) sisanya adalah berdomisili di Riung ( Ngada)." Pungkasnya. (M. Yasin)

VIDEO