× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri Menyoal Wabah Corona, Merespon Libur Masuk Sekolah Dua Minggu

Menyoal Wabah Corona, Merespon Libur Masuk Sekolah Dua Minggu

872
SHARE
Menyoal Wabah Corona, Merespon Libur Masuk Sekolah Dua Minggu

Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Shaza Amira.

Bintan, sidaknews.com - Surat edaran Gubernur Kepulauan Riau tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan Covid-19 ke beberapa satuan pendidikan yang berinisiatif untuk menghentikan kegiatan belajar - mengajar di sekolah selama 14 hari, Rabu (18/03/2020).

Sementara beberapa universitas terkemuka menerapkan metode pembelajaran jarak jauh untuk membatasi kontak langsung menyusul wabah Covid-19 yang telah teridentifikasi di dalam negeri. Libur dirumah hanya diberikan kepada siswa, Mahasiswa, Pengajar dan karyawan lembaga kependidikan dalam 14 hari menyesuaikan dengan masa inkubasi Covid-19.

14 hari itu sangat penting dan harus di laksanakan dengan tingkat kepatuhan yang baik. 14 hari tersebut mampu menghentikan laju pertumbuhan atau penyebaran Covid-19 dan mampu menyelamatkan ribuan orang yang ada disekitar. Menghentikan kegiatan belajar - mengajar di sekolah selama 14 hari merupakan cara ampuh untuk memotong rantai penularan Covid-19 ketika seseorang kontak dengan apa pun yang bisa menginfeksinya dengan Covid-19 maka harus ditunggu 14 hari minimal.

Jika tidak terjadi apa-apa, Maka individu dinyatakan aman. Tetapi akan berhasil jika semua orang tetap dirumah dan tidak melakukan aktivitas yang tidak penting keluar rumah supaya 14 hari berguna dan mampu mengatasi penyebaran Covid-19. Untuk itu, Semua orang harus bekerjasama, Semua warga Indonesia membantu, Warga harus kompak yaitu patuh untuk tidak kemana-mana dalam 14 hari kecuali untuk hal yang sangat perlu.

" Merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia akhirnya berdampak pada dunia pendidikan. Dilihat dari perspektif pendidikan ini pasti kurang baik karena dunia pendidikan sangat penting bagi kita. Meski Gubernur Kepulauan Riau sempat menilai kebijakan untuk meliburkan siswa sekolah belum terlalu dibutuhkan tapi karena kondisi indonesia dalam keadaan darurat maka gubernur Kepulauan Riau akhirnya mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan untuk mencegah penularan atau penyebaran, " Ujar Shaza Amira dari Mahasiswa STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang jurusan Administrasi Publik saat memberikan opininya kepada awak media.

Masih menurutnya, Perlu aktivitas belajar mereka dipindahkan sementara di rumah. " Tetapi selama 14 hari libur tersebut diminta untuk tidak berlibur pergi ketempat keramaian baik di dalam maupun luar kota, Sehingga kebijakan pemerintah untuk menghentikan kegiatan belajar - mengajar disekolah menjadi lebih berguna dan menghentikan penularan atau penyebaran yang dimaksud, " Ungkapnya lagi. (Alek)

VIDEO