× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Miris, Satu Keluarga di Tapsel Tak Jarang Makan Nasi Bercampur Garam

Miris, Satu Keluarga di Tapsel Tak Jarang Makan Nasi Bercampur Garam

1133
SHARE
Miris, Satu Keluarga di Tapsel Tak Jarang Makan Nasi Bercampur Garam

Jerni Br Nasution warga Desa Muaratais II, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapsel, yang terpaksa makan nasi campur garam demi bertahan hidup, Selasa (20/10/2020)

Tapsel, sidaknews.com - Penyaluran bantuan sosial (bansos) virus corona, baik berupa bansos sembako, tunai maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) masih banyak ditemukan yang tidak tepat sasaran seperti yang terjadi Desa Muaratais II, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel, sumatera utara (Sumut)

Pasalnya, Bansos berupa Bantuan Sosial Tunai atau BST sebesar Rp600.000 bulan selama tiga bulan ke depan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut justru tidak pernah mereka nikmati hal tersebut di katakan Jerni Br Nasution (31) warga setempat ketika ditemui Awak media, Selasa (20/10/2020) sore.

Lantaran tak pernah memperoleh bantuan dari pemerintah, tidak jarang, ibu tiga anak itu terpaksa makan nasi dicampur garam bersama keluarganya.

"Kata kepala desa, kami tak layak dapat bantuan," ujar Jerni ketika bercerita kepada wartawan.

Dia juga mengaku mendapat hasil yang nihil saat mendatangi Kantor Camat setempat. Penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan yang hanya Rp40 ribu per hari, jelas tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Apalagi, anaknya masih kecil-kecil dan butuh perawatan sehingga dirinya tak bisa bekerja. Dia juga mengaku, tak pernah merasakan yang namanya bantuan langsung tunai ataupun beras sejahtera. Bahkan, dia mengaku tak sendiri. Ada beberapa IRT yang mengalami nasib serupa di desanya.

"Harus disiasati lah kalau udah gini. Makan nasi putih pakai garam pun jadi. Daripada gak makan. Saya berharap, pemerintah sedikit membuka hati untuk memberi bantuan beras dan lainnya," harap Jerni.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Muaratais II, Nandar, saat dihubungi awak media via telepon selulernya mengaku, kalau keluhan warga tersebut adalah hal yang wajar dan manusiawi. Terkait, bantuan langsung tunai, pihaknya mengaku bahwa nama-nama yang mendapat merupakan hasil musyawarah bersama di desa.

"Gak mungkin semuanya dapat (bantuan), Pak," kata Kades yang baru menjabat dua tahun itu.

Sedangkan terkait beras sejahtera, itu merupakan program pusat dan sudah ada pendampingnya di setiap desa. Terkait hal itu, dirinya kurang mengetahui karena pendataan dilakukan sebelum dirinya menjabat sebagai Kades. Dia juga pernah menyarankan masyarakatnya untuk pertanyakan ke Dinas Sosial Tapsel.

Sementara, Camat Angkola Muaratais saat dihubungi awak media melalui telepon mengaku akan segera melakukan pengecekan terkait informasi tersebut. (#/sabar)

 

 

VIDEO