× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim, tebagsel Oknum Angggota DPRD Tapsel yang Menghalangi Tugas Polisi Belum Diproses, Ada Apa

Oknum Angggota DPRD Tapsel yang Menghalangi Tugas Polisi Belum Diproses, Ada Apa

1894
SHARE
Oknum Angggota DPRD Tapsel yang Menghalangi Tugas Polisi Belum Diproses, Ada Apa

Barang bukti satu unit Mobil Colt diesel yang di amankan.

 Sidimpuan, sidaknews.com - Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dari Partai Hanura inisial RS, yang dilaporkan ke polisi pada Senin (11/11) lalu atas dugaan menghalangi tugas kepolisian, hingga kini belum menjalani pemeriksaan.

RS dilaporkan oleh seorang anggota polisi ke Kepolisian Sektor (Polsek) Batangtoru, karena diduga menghalangi tugas polisi dalam pengungkapan dugaan pencurian hasil dari perusahaan perkebunan di Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pelapor, Sodang Mulywarhana Sinaga merupakan polisi yang BKO dan bertugas di Korps Brigade Mobil Batalyon C Brimob Poldasu. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/113/XI/2019/TPS -TORU/TAPSEL/SUMUT, Senin Tanggal 11 Nopember 2019. Sodang melaporkan RS seorang anggota DPRD Tapsel yang diketahui berasal dari Partai Hanura.

Dari informasi yang dihimpun, pelaporan dugaan menghalangi tugas itu. Diketahui, pada Jumat (8/11) malam kemarin sekitar pukul 22.00 WIB. Polisi itu disebut hendak membawa buah sawit sebagai barangbukti kasus pencurian dengan mengendarai mobil dumptruck dari PT SKL menuju Polsek Batangtoru.

Lantas, sesampainya di Kelurahan Muara Manompas, tepatnya di depan rumah Anggota DPRD itu, mobil pengangkut sawit yang dikendarai polisi itu dicegat oleh RS dengan menggunakan Mobil Avanza berwara silver.

Lalu RS dan rekan-rekannya langsung menghampiri mobil yang kemudikan polisi itu sembari menyuruhnya berhenti dan memasukkan mobil ke dalam perkampungan.

“kemudian saya berkata, bapak siapa?. kemudian dijawabnya lagi saya RS anggota dewan Tapsel, kemudian saya turun dari mobil dan berkata apa hak bapak untuk melarang saya lewat. sambil saya mengambil HP saya untuk merekam kejadian itu, kemudian pelaku RS langsung merampas HP milik saya tersebut dan selanjutnya banyak orang berdatangan dan mengerumuni saya,” tutur Sondang.

Selanjutnya kata dia, RS berjalan menuju salah satu kedai di kampung itu. Sodang pun mencoba meminta HP miliknya yang telah dirampas tersebut. namun RS berdalih bahwa HP milik Sondang tersebut tidak ada padanya. Hingga akhirnya ia menghubungi pihak perusahaan dan pesonil polisi di Polsek Batangtoru. Oleh polisi di Polsek Batangtoru, Sodang disarankan membuat pelaporan dan perusahaan juga disarankan membuat laporan pencurian.

Sondang pun akhirnya melaporkan oknum anggota DPRD itu dengan tuduhan menghalangi tugas. Sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 212 KUHPidana.

Kapolsek Batangtoru AKP DMZ Harahap menuturkan, bila pelaporan oknum anggota DPRD Tapsel oleh seorang anggota Brimob telah diterima dan untuk kasus ini katanya, yang menanganinya Satuan Reskrim Polres Tapanuli Selatan.

Sedangkan sampai hari ini, Satreskrim Polres Tapsel masih dalam tahap penyelidikan. Dan belum ada saksi yang bisa diperiksa, meskipun pemanggilan telah dilakukan.

“Masih upaya pemeriksaan saksi, memang sudah kita panggil,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Alexsander singkat, Selasa (26/11). Sepekan sebelumnya, Selasa (19/11) lalu, ia juga mengatakan hal yang sama masih proses pemeriksaan saksi-saksi. (*/sabar)