× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri Panitera PA Kelas IA Tanjungpinang Terkesan Alergi Wartawan

Panitera PA Kelas IA Tanjungpinang Terkesan Alergi Wartawan

590
SHARE
Panitera PA Kelas IA Tanjungpinang Terkesan Alergi Wartawan

Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Tanjungpinang.

Tanjung Pinang, sidaknews.com - Panitera Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Tanjung Pinang Hj Syamsiah terkesan alergi terhadap wartawan. Dia menolak upaya silaturahmi dan konfirmasi dari wartawan dengan alasan dilarang bertemu muka secara langsung dengan tamu.

"Kok bisa main langsung-langsung ketempat saya, ini sudah melanggar aturan. Kalau hanya sekedar bertemu dan silaturrahmi tak perlu ke kantor saya, kita bisa bicara di bawah saja. Kalau pun ada menyangkut informasi ataupun lainnya langsung saja ke pihak layanan karena itu sudah ada aturannya,'' katanya sambil keluar dari kantornya dan menyarankan untuk turun langsung ke pihak layanan.

Pihak awak media Sidaknews.com sebelum naik ke atas, ke ruang kantor panitera sudah meminta izin kepada pihak penjaga. Dengan tujuan silaturrahmi Pihak penjaga mengijinkan untuk naik keatas,

"Langsung saja ke ruang kantornya naik dan belok kanan, disana ada papan plag tertulis namanya," kata pihak penjaga yang ada.

Namun jika ingin melakukan konfirmasi datang sebagai wartawan itu harus mengajukan surat ke Pengadilan Agama. Jelaskan keperluannya apa serta apa yang akan di konfirmasi serta dengan siapa tujuannya. Setelah itu pihak PA mengajukan kepada ketua PA dan harus ijin ketua baru bisa, itupun jika sudah mendapat ijin jelas penjaga yang saat itu.

Sikap Panitera PA itu terkesan arogan dan enggan bertemu dengan tamu ataupun wartawan. Karena awak media ini awalnya berniat untuk silatulrahmi, karena memang sudah mengenalnya terlebih dahulu, namun terkesan tidak dikenal. Tanpa mau mendengar keterangan dari tamu yang ingin bersilaturrahmi.

Di samping itu juga ada tujuan lain yaitu ingin minta pendapat tentang perceraian sepihak dan pihak lelaki kawin lagi tanpa ijin istrinya yang kini marak terjadi di kalangan masyarakat. Banyak pihak perempuan yang dirugikan. Karena suami meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja setelah dinyatakan telah beristri lagi.

Sementara itu diketahui dari pihak pelayanan kantor Pengadilan Agama Kelas I A Tanjung Pinang itu, untuk mengurus surat-surat perceraian itu sangat sulit dan mahal biayanya. Untuk biaya pendaftaran mengajukan gugatan cerai saja mencapai Rp900.000,- belum lagi biaya lainnya.

Seorang warga yang dijumpai Sidak News. com di lapangan yang enggan nama disebutkan, mengatakan kenapa begitu mahal biaya untuk ajukan gugatan cerai.

"Sekarang untuk biaya menikah saja mahal, tambah lagi biaya untuk gugatan cerai juga mahal, yang murah itu sekarang apa, semua serba mahal," katanya.

Sebelum ingin bertemu panitera, awak media Sidak News.com ini telah menjumpai pusat layanan terpadu untuk menanyakan masalah perceraian sepihak, yang kini kian marak dan banyak pihak perempuan yang dirugikan.

Di dalam data yang ada pihak pelayanan tidak bisa memberi keterangan lengkap menggenai gugatan cerai yang di ajukan sepihak apalagi jika dilakukan di luar daerah. Walaupun sudah menggunakan sistem on line saat ini.

Karena merasa tidak puas akan keterangan dari Pihak Pelayanan terpadu yang ada serta jawaban yang diberikan, maka awak Sidak News.com mencoba untuk menjumpai pihak Panitera.

Namun itu pun tidak mendapat layanan, yang di inginkan karena Panitera enggan dan menolak untuk di ajak bicara sedikitpun.

"Jika ingin bertanya masalah kasus ataupun yang lainnya ke humas saja," begitu jawaban pihak panitera. (dewi)

VIDEO