× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda investigasi Pembangunan Gedung Umrah Dipertanyakan, Diduga Uang Muka Dicairkan Progress Minim

Pembangunan Gedung Umrah Dipertanyakan, Diduga Uang Muka Dicairkan Progress Minim

1366
SHARE
Pembangunan Gedung Umrah Dipertanyakan, Diduga Uang Muka Dicairkan Progress Minim

Proyek Pembangunan Gedung Ruang Kelas Belajar Universitas Maritim Raja Ali Haji tahun anggaran 2019-2020.

Tanjungpinang, sidaknews.com - Terkait pekerjaan pembangunan gedung ruang kelas belajar Umrah Tanjungpinang dengan nilai kontraktor Rp33.656.696.000, bersumber dari dana APBN Tahun 2019 dan 2020. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda mulai dikerjakan.

Hal ini Disampaikan oleh Kuncus Ketum LSM ICTI-Ngo Kepri (Investigation Coruuption Transparan Independen), Menurutnya, Dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung ruang kelas belajar Umrah Tanjungpinang Tahun anggaran 2019-2020 seharusnya pihak rekanan PT Michelindo Cahaya Rejeki sudah mulai bekerja pada Desember 2019 lalu, Namun hingga saat ini belum ada satu pun tiang kontruksi yang tegak di lokasi proyek, hanya baru setakat pagar dan bedeng.

Informasi yang diperoleh di lapangan, bahwa Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan Uang Muka sudah dicairkan sekitar 20 persen atau senilai Rp6.000.000.000 (6 Miliar).

"Berdasarkan Pantauan di lapangan dimana pekerjaan proyek tersebut ternyata Progress hanya 2 hingga persen, Namun hingga saat ini belum diketaui apa kendala di lapangan,"Terang Kuncus.

Tambah Kuncus, seharusnya dari Satker Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Kepri sudah memberikan warning kepada kontraktor, agar tidak menimbulkan masalah nanti. 

Ketika dihubungi pihak konsultan perencanaan Bintan sondong, Ade mengatakan, "bahwa dia kutrang mengetahuinya sejauh mana progress pembangunannya, namun dia mengatakan, ada degar memang ada masalah sedikit, kami kan hanya sebagai konsultan perencanaan."Ucapnya.

Begitu juga pihak Konsultan Pegawas melalui pesan Whatsapp-nya ketika di konfirmasi terkait lambannya pekerjaan pembangunan gedung ruang kelas belajar Umrah Tanjungpinang  namun yang bersangkutan belum memberikan jawaban, hingga berita ini diunggah.  Bersambung. (Red)