× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Pemerintah Provinsi Sumut Akan Berikan Bantuan Kepada PETI di Hutabargot Madina

Pemerintah Provinsi Sumut Akan Berikan Bantuan Kepada PETI di Hutabargot Madina

737
SHARE
Pemerintah Provinsi Sumut Akan Berikan Bantuan Kepada PETI di Hutabargot Madina

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap, didampingi Kadis Ketahanan Pangan Madina, Kabid Peternakan, Camat Hutabargot melakukan pertemuan dengan PPL Dinas Pertanian Madina, minggu (1/12/2019) di Kantor Camat Hutabargot.

Mandailing Natal, sidaknews.com - Masalah tambang tanpa izin/liar (PETI) yang berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah menasional karena adanya bayi lahir dengan kondisi tidak wajar. Ini sudah menjadi atensi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap saat melakukan pertemuan dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Madina, minggu (1/12/2019) di Kantor Camat Hutabargot.

Ia mangatakan, masalah tambang liar yang menggunakan zat kimia merkuri, sehingga ada kejadian beberapa bagi lahir dengan kondisi tidak wajar, sudah menjadi atensi pemerintah provinsi sumut.

Kondisi ini sudah lama berlangsung, sehingga sudah berdampak pada masalah sosial,"ucapnya

"Dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah membentuk tim, untuk memberikan solusi kepada penambang liar,"jelasnya.

Solusi yang akan di berikan Pemerintah Sumut adalah berupa bantuan kepada masyarakat yang menggantungkan hidup pada pertambangan liar tersebut,"ujarnya.

Bantuan tersebut berupa komoditi yang cepat menghasilkan seperti ternak ayam, sapi, kambing, itik dan holtikultura,"jelasnya

Melihat potensi di daerah ini, sangat berpotensi untuk mengembangkan usaha lainnya,"ungkapnya

Saya berharap kepada PPL se Kacamatan Hutabargot ini supaya melakukan pendataan kelompok tani dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada pertambangan liar ini,"harapnya.

Siapa masyarakat yang mengantungkan hidup di tambangan ini, tetapi dia tidak masuk dalam kelompok tani, itu yang perlu di masuk sebagai anggota kelompok tani tesebut, karena orang itunya yang di khususkan, agar mereka mau beralih dari tambang itu,"tegasnya.

Dan perlu saya sampaikan pemberian bantuan ini juga nantinya tidak boleh mengabaikan aturan dan persyaratan, harus tetap mengacu pada peraturan yang ada,"

Dalam pertemuan tersebut turut juga dihadir Kadis Katahan Pangan Madina, Siar Nasution, Sekretaris Ketahan Pangan Madina, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Madina, Camat Hutabargot. (Putra)