× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Pengadaan Ternak Kambing di Desa Sarang Torop Sergai Kembali Dipertanyakan

Pengadaan Ternak Kambing di Desa Sarang Torop Sergai Kembali Dipertanyakan

SHARE
Pengadaan Ternak Kambing di Desa Sarang Torop Sergai Kembali Dipertanyakan

Banner APBDes Tahun 2019 Desa Sarang Torop.

SERGAI, sidaknews.com - Walaupun anda bersama tim merupakan wartawan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kalian tidak berhak masuk ke ruangan kantor desa, bila saya tidak berada di kantor. Saat ini saya masih di Tebing Tinggi dan saya akan menyuruh Kadus-kadus saya untuk menjumpai kalian di kantor.

Demikian ungkapkan arogansi Irwanto Naibahao Kepala Desa (Kades) Sarang Torop Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai kepada tim investigasi LSM STRATEGI dan awak media, saat dihubungi Simon Barus melalui telpon selular untuk mempertanyakan penggunanaan Dana Desa (DD) atas beberapa kegiatan yang tertera pada banner APBDes tahun 2019 yang terpasang di ruang rapat kantor desa, Kamis (14/11).

Selanjutnya Wakil Ketua LSM STRATEGI Simon Barus menjelaskan kepada Kades Irwanto bahwa kedatangan tim investigasi dan awak media ke kantor desa diterima oleh beberapa Kaur dan staf desa, bukan dengan menyelonong masuk tanpa permisi.

Sebelumnya awak media dan tim investigasi telah menerima laporan warga dan selanjutnya melakukan monitoring pada beberapa kegiatan yang sudah berlangsung di tahun 2019 di desa tersebut. Hasil pantauan di lokasi pembangunan, diketahui terdapat kegiatan bidang pembangunan/fisik antara lain, pekerjaan pembangunan rabat beton di dusun 3 dengan tebal 10 cm X lebar 3 m sebesar Rp 154.046.115 yang baru selesai saat ini sudah rusak, pembangunan parit di tepi jalan lebih kurang 250 m di dusun 3 sebesar Rp 228.941.000 yang diduga tidak tepat sasaran karena pembangunan parit skunder merupakan urusan pemerintah daerah dan tampak tidak berfungsi serta kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat seperti, study tiru Holtikultura sebesar Rp 60.000.000 dan pelatihan aksesories sebesar Rp 72.370.000 yang diduga terlalu besar.

Pada bagian lain atas laporan penggunaan dana BUMDes atas pengadaan ternak kambing tahun 2016 sebesar Rp 343.500.000 yang diduga fiktif dan sempat viral tanpa ada tindaklanjut, awak dan tim kembali menanyakan hal tersebut kepada beberapa warga.

Kepada sidaknews dan tim, Kadus 3 Suwanto yang ditemui selepas pulang kerja menyebutkan bahwa pada tahun 2019 terdapat 2 kegiatan fisik di dusun 3 yang sudah selesai dikerjakan, terkait bantuan ternak kambing tahun 2016 yang lalu setiap keluarga menerima 2 ekor.

Saat ditanya, mengapa kambing dan kandangnya serta bekas kandangnya saat ini tidak ada, dengan gugup Suwanto mengatakan bahwa semua ternak kambing habis karena terserang penyakit, jadi kandangnya pun sudah tidak terlihat lagi.

Untuk masalah ternak kambing, semua warga desa sudah pernah dikumpulkan di kantor desa dan lebih jelasnya tanyakan sama pak kades, kilahnya.

Sementara saat pengadaan ternak kambing ini ditanyakan kepada seorang warga di dusun 2 menyebutkan bahwa dirinya tidak mau comment atas pengadaan ternak kambing tersebut.

"Masalah pengadaan ternak kambing ini sudah viral dan bapak sudah tahulah gimana permainan kades kami ini," cetusnya.

Disela-sela kegiatan monitoring, kepada sidaknews.com Simon Barus menyampaikan bahwa temuan atas dugaan pengadaan ternak kambing ini harus tetap ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada penegak hukum, mengingat apabila memang benar ada dibagi-bagikan kambing tersebut, mengapa tidak ada 1 pun warga desa dari 3 dusun di 3 afdeling perkebunan Sarang Giting ini masih memelihara kambing tersebut, bahkan bekas kandang pun tidak ada.

Dimana keberadaan semua kambing tersebut, apabila memang benar diadakan oleh kades dan dibagikan kepada warga desa ?? Bekas kandangnya pun tidak ada, tegas Barus.

Kepada penegak hukum dan tim audit internal Pemkab Sergai, diminta untuk memeriksa ulang bukti pertanggungjawaban penggunaan dana desa atas pengadaan ternak kambing tersebut dan meng cros chek ulang kepada setiap penerima bantuan ternak tersebut. Begitu juga dengan kegiatan bidang pembangunan/ fisik dan kegiatan bidang pemberdayaan pada tahun 2019 dan tahun-tahun sebelumnya, pinta Simon Barus.

Saat beberapa kegiatan ini yang juga sempat viral di media elektronik ini ditanyakan kepada Kades Irwanto melalui telpon dan sms, WA dengan no Hp 0813xxxxxxx43, hingga berita ini diturunkan tidak bersedia memberi jawaban. (RS)