× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Penggunaan DD di Desa Batu 13 Dolok Masihul Sergai Patut Dipertanyakan

Penggunaan DD di Desa Batu 13 Dolok Masihul Sergai Patut Dipertanyakan

769
SHARE
Penggunaan DD di Desa Batu 13 Dolok Masihul Sergai Patut Dipertanyakan

Kantor Desa Batu 13 Kecamatan Dolok Masihul.

Sergai, sidaknews.com - Walaupun pernah ditemukan kerugian keuangan negara atas penggunaan Dana Desa (DD) pada tahun 2018, tetapi tidak membuat efek jera bagi Kepala Desa Batu 13 Kecamatan DoloK Masihul Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Pardomuan Sitorus dalam menggunakan Dana Desa Tahun 2019. 

Ketidakpatuhan Kades Batu 13 dalam menggunakan Dana Desa Tahun 2019 ini diketahui bahwa terdapat beberapa pekerjaan fisik yang tidak dapat terselesaikan hingga akhir tahun 2019. 

Demikian diungkapkan Bendahara LSM STRATEGI Robet Siahaan, AMd kepada wartawan di seputaran Jalan Veteran Kota Tebing Tinggi, Sabtu (7/3).

Parit sepanjang 640 m yang baru saja selesai dikerjakan sudah terkelupas dan retak, parit tersier 65 m masih berlangsung

Dijelaskan Robet, dari hasil informasi yang diberikan staf kantor desa Batu 13 pada November 2019 diketahui bahwa terdapat beberapa kegiatan bidang pembangunan antara lain pembangunan saluran parit/ drainase skunder sepanjang 640 meter dengan biaya Rp 588.888.953, pembangunan saluran parit/ drainase tersier sepanjang 65 meter dengan biaya Rp 29.405.000 dan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) 2 unit sebesar Rp 100.000.000.

Sejak semula saat saya bersama tim Investigasi LSM STRATEGI monitoring ke kantor desa Batu 13 dan di lokasi pekerjaam, kami tidak melihat adanya APBDes Tahun 2019 dan tidak terdapat plank proyek di lokasi pekerjaan. Dari perbuatan ini, kami menduga Kepala Desa sengaja tidak memasang  untuk mengelabuhi masyarakat dan sosial kontrol dalam pengawasan penggunaan DD tersebut, imbuhnya.

Disampaikan Robet, dari hasil investigasi di lapangan hingga awal Maret 2020, diketahui masih terdapat pembangunan drainse tersebut, padahal informasi yang kami terima bahwa pada Februari 2020 tim auditor dari inspektorat Sergai dan dari Kecamatan Dolok Masihul sudah melakukan monitoring ke desa Batu 13 tersebut.

Bagaimana mungkin Kepala Desa Batu 13 dapat menyampaikan laporan pertanggungjawaban Dana Desa tahun 2019, bila realisaai penggunaan DD nya saja masih berlangsung  ?? 

 Untuk penggunaanitu, Dana Desa ini patut dipertanyakan dengan melakukan upaya hukum dari pengawas ekternal agar penggunaan Dana Desa di desa Batu 13 ini lebih transpaaran dan sesuai dengan Peraturan PerUndang-Undangan mengingat perbuatan Kades ini sudah berulang kali, tandasnya.

Sebelumnya pada awal Januari 2019, awak media pernah menghubungi Tim Pengolah Kegiatan (TPK) tahun 2019 Michael Darmanta Munthe yang saat ini menjabat sebagai Kades baru pengganti Pardomuan Sitorus via telepon selular. Dari hasil konfirmasi, Michael Munthe mengatakan bahwa Kades Batu 13 yang lama sedang berusaha menyelesaikan pembangunan parit tersebut.

Saat awak media bersama tim investigasi LSM STRATEGI melihat hasil pekerjaan pembangunan parit tesebut, Selasa (3/3), tampak pembangunan fisik tersebut seperti dipaksakan, terlihat bangunan parit yang baru selesai dikerjakan, bibir/ topi parit sudah berkelupasan diduga campuran bahan material pasir dan semen tidak sebanding.

Kepada awak media dan tim investigasi, masyarakat setempat yang berketepatan sedang menanam padi di lokasi seputaran parit baru tersebut, berharap agar Kepala Desa segera memperbaiki parit yang baru dibangun tersebut karena sudah banyak yang retak dan terkelupas.

 "Bila Kepala Desa tidak mau memperbaikinya, bapak-bapak laporkan saja ke penegak hukum," cetus salah satu ibu-ibu sambil bekerja menanam bibit padi. (Hans)

VIDEO