× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Persehatian Tapal Batas Sebagai Wilayah Administrasi Desa, Camat Aesesa Apresiasi Fungsionaris Adat Nataia

Persehatian Tapal Batas Sebagai Wilayah Administrasi Desa, Camat Aesesa Apresiasi Fungsionaris Adat Nataia

134
SHARE
Persehatian Tapal Batas Sebagai Wilayah Administrasi Desa, Camat Aesesa Apresiasi Fungsionaris Adat Nataia

Rapat kegiatan penatapan batas wilayah administrasi Desa, yang secara sehati ditetapkan bersama para tokoh fungsionaris adat Nataia dari Desa Olaia, Desa Aeramo, dan Desa Nangadero serta Pemerintah Kecamatan Aesesa, bertempat di Desa Kantor Desa Nangadero

Nagekeo, sidaknews.com - Rapat kegiatan penatapan batas wilayah administrasi Desa, yang secara sehati ditetapkan bersama para tokoh fungsionaris adat Nataia dari Desa Olaia, Desa Aeramo, dan Desa Nangadero serta Pemerintah Kecamatan Aesesa, bertempat di Desa Kantor Desa Nangadero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo NTT. Sabtu (01/08).

Kegiatan penetapan batas wilayah Desa Nangadero dan Desa Aeramo diistilahkan "Persehatian Tapal Batas Desa," yang dihadiri Camat Aesesa dan tokoh- tokoh adat dari Desa Olaia yang terlibat sebagai sejarah Pemerintah sekaligus ulayat dari kedua Desa tersebut.

Giat tokoh fungsionaris adat Nataia dari tiga Desa untuk memediasi penetapan tapal batas sebagai wilayah administrasi kedua Desa tersebut, diapresiasi Camat Aesesa, Oskar Y. A Sina.

"saya apresiasi kepada tokoh penting dari tiga Desa karna niat membuat kesepakatan bersama batas Desa yang pada umunya perosalan batas bukan di Desa saja persoalan batas juga sedang terjadi di Kabupaten ini (Nagekeo) tapi ulayat telah mengambil langkah untuk membahas dan kesepakatan penetapan bersama dalam forum" tutur Camat Oskar.

Dikatakan Camat Oskar, Perlunya kehadiran Pemerintah yang lebih tinggi dalam hal kesepakatan penetapan batas, setelah kesepakatan dibuat dan dimuat dalam berita acara selanjutnya untuk dikukuhkan dengan peraturan Bupati Nagekeo dan penyelesaian batas Desa dalam Kecamatan rujukan Peraturan Mentri Dalam Negri (Permendagri) nomor 45 tahun 2016.

"perlunya kehadiran Pemerintah lebih tinggi dalam hal penyelesaian batas dan kesepakatan dibuat dimuat dalam berita acara, penyelesaian batas Desa rujukan Permendagri 45 tahun 2016, apabila terjadi perselisihan batas antara dua Desa dalam satu Kecamatan dan belum diselesaikan kesepakatan penetapannya, maka Camat yang harus menetapkan batas. apabila dua Desa berbeda Kecamatan, Penetapan batas dilakukan oleh Bupati dan ditetapkan dengan peraturan Bupati," ungkapnya.

Salah seorang tokoh adat Nataia Jhoni menjelaskan sejarah Pemerintahan, dan sejarah tanah ulayat Nataia, hingga Desa Aeramo dan Desa Nangadero menjadi sebuah Desa dulunya adalah Desa Olaia dan batas ulayat Nataia Dari gunung amegelu sampai kelaut.

"penapatan batas wilayah Desa jangan terlalu tarik ulur persoalan kesepakatannya karna Desa Aeramo dan Desa Nangadero merupakan Desa diatas tanah ulayat Nataia dan dua Desa ini dulunya Mekaran dari Desa Olaia," jelasnya. (M. Yasin)

VIDEO