× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Polres Bintan Tetapkan Mamat Sebagai Tersangka Kasus Penganiyaan di Lapas

Polres Bintan Tetapkan Mamat Sebagai Tersangka Kasus Penganiyaan di Lapas

477
SHARE
Polres Bintan Tetapkan Mamat Sebagai Tersangka Kasus Penganiyaan di Lapas

Kapolres Bambang Sugihartono.

Bintan,sidaknews.com - Kasus seorang napi Abdul Azis yang awalnya disangkakan percobaan bunuh diri, korban mengalami hingga luka robek pada lehernya dan hampir mengenai pita suaranya, Polres Bintan menggelar konferensi pers dan menetapkan tersangka Mamat tindak pidana penganiayaan ringan pasal 351 yang terjadi kamar hunian pesantren Lapas Umum kelas II A Tanjungpinang lokasi Gunung Kijang, Selasa (26/1/21)

"Tersangka Mamat kini masih dalam proses Polres Bintan, pengakuan pelaku menganiaya korban tidak pernah mau membayar hutang yang ditagihnya walaupun sudah dua kali diancam dan tetap tidak mau membayar saat di tagih uang milik H," ungkap Kapolres Bambang Sugihartono.

Tersangka Mamat warga binaan Lapas itu menagih hutang atas suruhan H juga warga binaan untuk menagih uangnya yang di pakai korban. Kejadiannya tersangka yang terkait kasus korupsi menawarkan untuk memindahkan napi inisial H bisa pindah ke Aceh pada tanggal 12 Mei 2020 dengan membayar uang senilai 120 juta.

"Namun karena menunggu lama dan tidak bisa di pindahkan ke Aceh sesuai janjinya, dan uang sudah ditransfer H ke rekening korban. H menyuruh Mamat meminta uang tersebut yang di masukan sebagai hutang dan terjadinya penganiayaan karena korban tidak bisa mengembalikan uang itu," ungkapnya.

Saat ini tersangka sudah diamankan dan 7 orang saksi yang di periksa termasuk pihak petugas jaga saat itu, PLH, KPLP dan beberapa narapidana juga ikut di periksa.

'Juga ada barang bukti berupa satu buah hp genggam Xiaomi serta pisau dalam hal ini sedang kita kembangkan kasusnya, serta olah TKP juga sudah dilakukan. Hp isinya setelah di lacak tentang percakapan korban dengan pengacaranya," kata Bambang.

Pihak petugas jaga, PLH, KPLP, serta dokter dan beberapa narapidana juga di periksa. Dari hasil penyidikan pihak Polres Bintan pengakuan tersangka Mamat melakukan Penganiyaan sudah dua kali karena tidak ada etikat baiknya untuk membayar hutang.

"Saat ini tersangka ditetapkan Pasal 351 yaitu penganiyaan ringan mungkin akan di kembangkan menjadi Pasal 338 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban dirawat di rumah sakit. Kini kita sedang melakukan penyidikan lebih lanjut," pungkasnya. (Dewi)

 

 

 

 

 

 

Previous article Martua Sitompul Dampingi Warga Laporkan Kepdes Aek Parupuk Terkait Dana Desa dan Pemecatan Sepihak
Next article Dua Minggu Buron, Pelaku Pembunuhan Keponakan Ditembak Polisi

VIDEO