× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri Polres Karimun Musnahkan Barang Bukti 5.1 Kg Ganja Kering Hasil Sitaan 2019

Polres Karimun Musnahkan Barang Bukti 5.1 Kg Ganja Kering Hasil Sitaan 2019

527
SHARE
Polres Karimun Musnahkan Barang Bukti 5.1 Kg Ganja Kering Hasil Sitaan 2019

Pemusnahan barang bukti Narkoba jenis ganja di Rupatama Polres Karimun dengan tersangka WH alias Gelap.

Karimun, sidaknews.com – Wakapolres Karimun Kompol Chaidir menggelar konferensi pers pemusnahan barang bukti 5,1 kilogram ganja kering di ruang Rupatama Mapolres Karimun.

Ganja tersebut disita dari tersangka WH alias Gelap (34), dengan barang bukti awalnya seberat 5,6 kilogram. Sisanya, untuk barang bukti di pengadilan.

Wakapolres Karimun, Kompol Chaidir mengatakan, pelaku diamankan oleh tim Satresnarkoba polres karimun di depan bekas Hotel Pelangi Tanjungbalai Karimun. Dari tangan pelaku, kepolisian menyita 1,922 kilogram daun ganja kering, ujar Wakapolres Karimun,ucap Chaidir didampingi instansi terkait, Rabu ( 8/1/2020).

"Setelah dilakukan pengembangan, polisi kemudian membawa pelaku ke rumahnya di kawasan Bukit Senang, Tanjungbalai Karimun.

Wakapolres Karimun Kompol Chaidir menggungkapkan, dari rumah pelaku, polisi berhasil membongkar beberapa paket besar daun ganja kering dan puluhan paket kecil yang sudah siap untuk diedarkan. Selain itu, pelaku juga menyimpan 0,35 gram sabu-sabu, kata Chaidir.

“TKP pertama di depan bekas Hotel Pelangi dengan barang bukti 1,922 gram daun ganja kering. TKP kedua di Bukit Senang, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,35 gram, 1 bungkus ganja dengan berat 1,972 gram, 4 bungkus sedang ganja seberat 1,698 gram dan 41 paket kecil ganja seberat 98,40 gram dan 1 bungkus plastik ganja dengan berat 51,50 gram dengan total 5.653,08 gram,” terangnya.

Sementara, tersangka WH alias Gelap mengatakan, dirinya hanyalah kurir yang diminta rekannya untuk membawa narkotika jenis ganja ke Karimun, ucapnya Gelap.

warga Teluk Air tersebut mengaku daun ganja itu dipasok dari rekannya di Batam, tersangka mengaku hanya menerima upah Rp500 ribu per kilogram. Menurut WH alias Gelap barang haram itu akan diedarkan ke Karimun dan luar Karimun, ungkapnya. (Ali)