× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Proyek TPS3R Tahun 2019 di Kampung Bugis Dipertanyakan

Proyek TPS3R Tahun 2019 di Kampung Bugis Dipertanyakan

607
SHARE
Proyek TPS3R Tahun 2019 di Kampung Bugis Dipertanyakan

Ketum ICTI-Kepri, Kuncus saat Investigasi di lapangan.

Tanjungpinang, sidaknews.com - Proyek TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle) Tahun 2019 dengan nilai Rp556 Juta dengan sistim Swakelola dikerjakan oleh KSM Swadaya Masyarakat Perkasa dinilai bermasalah.

Dibangunnya Proyek TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle) dengan tujuan mengurangi – menggunakan – daur ulang. Tujuan program ini adalah agar pemerintah memberikan sarana kepada masyarakat dikawasan permukiman padat yang ingin melaksanakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sesuai dengan pilihan dan kondisi lingkungan sekitar mereka.

 Hasil Investigasi LSM ICTI (Investigation Coruuption Transparan Independen) Kepri di Lapangan Hingga saat ini belum terlihat jelas seperti apa wujud dari proyek tersebut, padahal proyek ini dikucurkan pada bulan Juli 2019 lalu.

Ironisnya lahan Proyek tersebut diduga bermasalah, tanpa memiliki IMB (Izin Mendrikan Bangunan) ditambah lagi dengan Mesin atau peralatan hingga saat ini belum ada, sementara kontrak kerja habis pada masa Agustus 2019, bahkan sempat 2 kali kena adendum.

Menurut Keterangan pihak Dinas Perkim kota Tanjungpinang yang disampaikan oleh PPTk -nya, Arif mengatakan, bahwa proyek tersebut benar adanya dikerjakan oleh Kelompok KSM Swadaya Masyarakat Perkasa, namun dari awal kita tidak dilibatkan oleh kelompok KSM tadi.

"Terkait dengan mesin untuk proyek TPS3R senilai Rp400 jutaan hingga saat ini belum ada ditempat, dari keterangan yang diperoleh media ini melalui Arip (PPTK-Red) mengatakan bahwa ada overload dan masa PSPB, sehingga tidak memungkinkan,"Ucapnya. Rabu (22/7/2020)

Kuncus menilai dalam hal ini, ada kelalaian pihak Perkim Kota Tanjungpinang dan kelompok swadaya masyarakat perkasa, sebab apapun bentuk proyek tersebut sama saja dengan pekerjaan fisik lainnya.

Untuk itu, kita berharap kepada pihak penyidik untuk menindaklanjuti hal tersebut,"Tegas kuncus. Bersambung. (Red)

VIDEO