× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Rapat Paripurna DPRD Kab Blitar Digelar, Tetapkan Ranperda Perubahan APBD 2020 Jadi Perda

Rapat Paripurna DPRD Kab Blitar Digelar, Tetapkan Ranperda Perubahan APBD 2020 Jadi Perda

207
SHARE
Rapat Paripurna DPRD Kab Blitar Digelar, Tetapkan Ranperda Perubahan APBD 2020 Jadi Perda

Penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Bupati dan Pimpinan DPRD kabupaten Blitar. (foto istimewa)

BLITAR, sidaknews.com – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar di gelar lanjutan dengan agenda Penyampaian Laporan Banggar terhadap Pembahasan Nota Keuangan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.

Rapat Paripurna DPRD Kab.Blitar yang dipimpin Ketua DPRD, Suwito Saren Satoto bersama Wakil Ketua Susi Narulita, dan Mujib pada Senin (31/8/2020) malam di Graha Paripurna DPRD Kabupaten Blitar.

Rapat paripurna DPRD tersebut di lanjutkan dengan persetujuan Ranperda Perubahan APBD TA 2020 menjadi Perda.Ketua DPRD Kab Blitar.

"Suwito Saren Satoto mengatakan, rapat paripurna malam ini, merupakan lanjutan dari rapat paripurna pada 18 Agustus 2020 lalu yaitu dengan agenda Bupati Blitar menyampaikan penjelasanya terhadap Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD TA 2020. Kemudian dilanjutkan pada 19 Agustus 2020, dengan agenda penyampaian pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan Ranperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Blitar Tahun Anggaran 2020. Selanjutnya, Badan Anggaran DPRD Kabupaten Blitar, telah melaksanakan tugasnya membahas dan mencermati materi terkait Ranperda Perubahan APBD tahun anggaran 2020.

“Hasil dari pembahasan tersebut nantinya akan ditindak lanjuti dengan proses penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Bupati dan Pimpinan DPRD,” terang Suwito.

Lebih lanjut Suwito mengatakan, untuk program padat karya, perlu ada pendampingan pada pemanfaatan dana belanja tidak terduga (BTT), baik itu dari perencanaan hingga pelaksanaannya, ini merupakan hal yang baru.

Sementara Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kab Blitar, Muharam Sulistyono dalam penyampaian laporan Badan Keuangan menjelaskan, jika APBD Perubahan Kabupaten Blitar tahun 2020 ini mengalami penurunan anggaran.

“Dimana untuk pendapatan APBD mengalami penurunan sebesar 0,4 persen, yaitu yang awalnya Rp.2,3 triliun menjadi Rp.2,2 triliun. Sedangkan untuk belanja daerah dari Rp 2.5 triliun mengalami defisit Rp159.7 miliar, sehingga menjadi Rp 2.4 triliun. Dan untuk pembiayaan daerah tidak mengalami silpa,” jelas Muharam Sulistyono.

Badan Anggaran telah memberikan sejumlah rekomendasi, diantaranya Program padat karya dengan swakelola tipe 4 harus dipersiapkan secara matang baik legalitas Pokmas, Kesiapan Desa/kelurahan maupun pendampingnya. Besaran alokasi program BTT untuk Desa/Kelurahan sebaiknya memperhatikan demografi dan statistik daerah tersebut.

“Tingkat penyerapan anggaran di semua OPD Kabupaten Blitar diharapkan bisa lebih ditingkatkan sehingga tidak terdapt silpa yang besar di tahun 2020."jelasnnya.

Rapat Paripurna DPRD kabupaten Blitar malam ini tetap menjalankan prosedur protokol kesehatan, wajib memakai masker, cuci tangan sebelum masuk di ruang rapat, dan saling menjaga jarak di ruang rapat tersebut. (BAS)