× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda tual Rustam Ngabalin : Anak Belasan Tahun Kedapatan Ngelem, Pemkot Diminta Keluarkan Surat Edaran

Rustam Ngabalin : Anak Belasan Tahun Kedapatan Ngelem, Pemkot Diminta Keluarkan Surat Edaran

945
SHARE
Rustam Ngabalin : Anak Belasan Tahun Kedapatan Ngelem, Pemkot Diminta Keluarkan Surat Edaran

Rustam Ngabalin : Anak Belasan Tahun Kedapatan Ngelem, Pemkot Diminta Keluarkan Surat Edaran

Tual, sidaknews.com - Menghirup uap lem aibon atau sejenisnya bukan merupakan hal yang baru di daerah ini, hal ini terbukti dengan di dapatinya empat anak yang sedang ngelem disalah satu lorong perkantoran di Kompleks Petak 20 Kelurahan Lodar El Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual Provinsi Maluku.

Keempat anak ini kedapatan sedang menghirup uap lem Aibon dan lem Fox, oleh Ike Rumlus Ketua RT/ RW Kamis 19/12/2019 kepada media ini, mengatakan, keempat anak tersebut merupakan warganya yang masih berusia belasan tahun dan masih duduk di bangku sekolah.

"Empat anak itu baru berusia sekitar 11 hingga 12 tahun dan masih duduk dikelas 1 atau 2 SMP," ujarnya.

Selain itu katanya, mereka mengeluarkan isi lem aibon dan lem fox kemudian ditaruh dalam kantong plastik bening yang biasanya di gunakan untuk membungkus gula pasir atau membuat es, lem tersebut sengaja di simpan di dalam kantong plastik agar menimbulkan kecurigaan orang di sekitarnya.

Dikatakannya pula, selaku Ketua RT dirinya telah melaporkan prilaku ke empat anak tersebut kepada orang tua mereka, dan dirinya pun berpesan agar orang tua harus memerhatikan dan menasehati anak-anak mereka sehingga tidak terjerumus dalam perbuatan yang pada akhirnya akan merusak masa sedepan mereka, pesannya. 

Sementara itu Ketua DPC Gerakan Anti Narkotika Nasional (Granat) Kota Tual, Rustam Ngabalin kepada ini mengatakan, masa depan anak-anak ini bisa terputus di tengah jalan jika tidak segera di lakukan langkah-langkah pencegahan, karena bukan hanya anak-anak di petak 20 saja, namun di Desa Fiditan juga di temukan empat orang anak yang sedang menghirup lem aibon, ujarnya.

Selain itu katanya, zat yang terkandung di lem aibon atau sejenisnya memiliki kandungan adiktif yang bisa merusak bagian vital dari organ tubuh yang dapat menyebabkan kematian mendadak bagi si pengguna atau penghirup uap lem, ujarnya.

Untuk itu, dirinya meminta agar, pemerintah Kota Tual dapat mengeluarkan satu surat edaran karangan yang di khususkan kepada pedagang matrial bangunan agar tidak menjual lem aibon atau sejenis kepada anak-anak di bawah umur, agar tidak disalah gunakan oleh meraka, pintanya.

Ngabalin juga berharap agar pihak Badan Narkotika Nasional Daerah (BNND) kiranya dapat melihat permasalahan ini bersama-sama, karena langkah bijak dapat menyelelamatkan anak-anak penerus bangsa ini dari ketergantungan penggunaan lem aibon atau sejenisnya, pungkasnya. (RD)