× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Sampaikan Aspirasi ke DPRD, Masyarakat Madina Bersatu Tolak RUU HIP

Sampaikan Aspirasi ke DPRD, Masyarakat Madina Bersatu Tolak RUU HIP

2146
SHARE
Sampaikan Aspirasi ke DPRD, Masyarakat Madina Bersatu Tolak RUU HIP

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis ketika menerima aspirasi ratusan massa Aliansi Umat Islam Bersatu terkait penolakan RUU HIP di gedung DPRD Madina, Selasa (07/07/2020).

Mandailing Natal, sidaknews.com - Masyarakat Madina bersatu melakukan aksi unjuk rasa menolak Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina, Selasa (07/07/2020).

Ratusan massa yang tiba di gedung DPRD Madina sekitar pukul 10.00 Wib tersebut, merupakan massa gabungan dari beberapa organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, Front Pembela Islam (FPI), Pemuda Muhammadiyah, majelis shalawat Ahbabun Nabi, Hijril Haramain, FKPPI, IM3, Gerakan Pemuda Alwasliyah, IPK, dan ikatan remaja masjid se kecamatan Panyabungan.

Massa yang mendapat pengawalan ketat Polisi di terima langsung ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, dan anggota DPRD Madina lainnya yakni Sobir Lubis, SH, H Awaluddin, H Zainuddin Nasution, Budiman, Izhar Elmi dan Zainal.

Masyarakat Madina bersatu demo menolak RUU HIP di depan Gedung DPRD Madina.

Dalam pernyataan sikapnya massa menegaskan bahwa mereka menolak RUU HIP dan juga menolak keras lahirnya kembali PKI. "Kami tidak mau ada lagi sebutan nasakom".teriak massa.

Kordinator aksi, Amin Rangkuti yang merupakan perwakilan dari Harijil Haramain yaitu Alumni tamatan Mekkah Arab Saudi dalam orasinya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tidak dalam keadaan aman saja. Sebab, diduga ada sekelompok orang yang ingin menggelincirkan ideologi Pancasila.

"Kami sangat resah dengan adanya rencana undang-undang HIP ini. Bila kalian tidak mendengar aspirasi kami ini, maka jihad adalah solusi dan kami siap berjihad di jalan Allah".tegasnya

Lanjutnya, kami juga pernah belajar ideologi Pancasila. Maka dari itu, jangan kalian mengira kami hanya kerja dan berada di masjid saja.

"Kami tidak ingin hanya bicara kalian saja, tapi kami ingin tindakan nyata untuk Madina kita ini. Kita ingin membela Pancasila, kami tegaskan bahwa ideologi Pancasila sudah final. Dan kami murni menyampaikan RUU HIP harus dicabut".pintanya

Sementara itu Ketua pemuda Muhammadiyah, Ahmad Jumadi dalam orasinya menyatakan bahwa hari ini ideologi kita ingin dirubah, apakah itu ekasila, trisila dan atau apapun itu namanya, kami tidak akan rela bila Pancasila yang sudah final itu diubah.

"Jihad konstitusi bagian dari ranah kewenangan DPRD. Untuk itu, DPRD Madina harus memastikan aspirasi rakyat Madina dan aliansi Umat Islam Madina agar menyampaikan RUU HIP ini dicabut oleh Presiden jangan hanya ditunda".tegasnya.

Ahmad juga berpesan, apabila tuntutan massa aliansi Umat Islam Madina ini tidak diterima DPRD dan tidak menyampaikan aspirasi ini melalui lembaganya, maka kami pastikan akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar. Karena, menurut pandangan kami, mengubah Pancasila sama dengan menghidupkan kembali PKI.

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis dalam menanggapi orasi dan permintaan massa Aliansi Umat Islam bersatu menegaskan akan menyampaikan aspirasi penolakan massa ini terkait pembahasan RUU HIP ini ke DPR RI di Jakarta.

"aspirasi serta permintaan massa umat islam Madina bersatu ke DPRD Madina kita dari DPRD Madina akan melayangkan surat ke Presiden RI Joko Widodo dan DPR RI,"sebutnya.

Erwin juga menambahkan, saya secara pribadi maupun sebagai ketua DPRD Madina juga merasa tidak setuju dan menolak apabila Pancasila yang selama ini sebagai dasar negara dan sudah final.

Pantuan wartawan, usai menyampaikan pernyataan sikap massa bersama pimpinan DPRD membakar bendera PKI. (putra)

VIDEO