× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda kepri Sate Padang Malindo Paduan Rasa Dua Negara Malaysia - Indonesia

Sate Padang Malindo Paduan Rasa Dua Negara Malaysia - Indonesia

454
SHARE
Sate Padang Malindo Paduan Rasa Dua Negara Malaysia - Indonesia

Hafiz Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang bersama Pedagang sate Malindo.

Tanjungpinang,sidaknews.com - Hafiz seorang Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang semester tiga mengaku sangat kagum dengan salah satu pelaku usaha yang menurutnya layak menjadi rekomendasi sebagai tempat kuliner.

Hafiz menyampaikan bahwa Warung sate Padang di daerah Tanjungpinang juga banyak diminati dengan pengusaha yang bisa dibilang lumayan bertebaran. Sate Padang diyakini pastinya tak diragukan lagi kelezatan dan khasnya, Selasa (12/01/2020).

Selain nasi goreng atau pecel lele, sate Padang ternyata masuk dalam kuliner malam yang digemari. Mirip seperti nasi goreng keliling, setiap penjual sate Padang yang menjajakan dagangan mereka di malam hari.

Di Tanjungpinang sendiri ada beberapa tempat makan sate Padang dengan konsep kaki lima. Buka dari sore sampai shubuh, tempat makan tersebut jadi penolong saat orang-orang lapar di malam hari dan menyesuaikan didompet harganya.

Salah satunya sate Padang Malindo yang berlokasi disimpang lampu merah batu 10. “ Saya berjualan disini karena ramai dekat sama lampu merah, " Ujar Muhammad Nursyafii.

Beliau juga mengatakan kalau usaha sate padang dimaksud mulai berjualan kurang lebih 8 tahun berjalan, dan sejak 2017 meneruskan usaha bapaknya ( Almarhum ) sampai sekarang.

Mulai dari tempat yang strategis, rasa khas dari sate dan kuahnya membuat laris dan mudah untuk mendapatkan pelanggan. Ia mengaku bahwa ada rasa khas sate padangnya dengan sate padang lainnya di daerah Tanjungpinang.

Tentunya, merupakan salah satu faktor penarik pelanggan-pelanggan setianya menetap dan tak jarang pelanggan baru juga beli.

“ Ya, memang ada yang beda kalau sate ini dari pada sate padang yang lain khususnya di Tanjungpinang. Yang membedakannya yaitu daging ayamnya manis dan kuah padangnya yang khas dari segi rasanya, karena dulu almarhum bapak berjualan di Malaysia dan di negara itu juga mendapatkan resep untuk daging sate ayamnya menjadi manis serta kuah padangnya yang khas rasanya, " Tambah Nursyafii mengenai asal muasalnya.

Untuk sekarang masa new normal penghasilan dan pelanggan mulai ramai. seperti yang diketahui pada masa parahnya pandemi covid19 para pengusaha kaki lima khususnya tidak bisa berjualan dan tanpa pemasukan sejak diberlakukannya PSBB. (Alek)