× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Satu Lagi Pelaku Penganiayaan yang Sempat Viral di Medsos Ditangkap

Satu Lagi Pelaku Penganiayaan yang Sempat Viral di Medsos Ditangkap

3862
SHARE
Satu Lagi Pelaku Penganiayaan yang Sempat Viral di Medsos Ditangkap

NH seorang perempuan yang ikut melakukan penganiayaan saat berada di Mapolres Padangsidimpuan.

Sidimpuan, sidaknews com - Masih ingat video viral yang menampakan sekelompok orang melakukan kekerasan terhadap seorang pria dalam kamar hotel, Senin (30/11) lalu, Polisi dari Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan kembali berhasil mengamankan salah satu pelaku lainnya setelah buron dalam beberapa bulan terakhir ini.

Kasus itu sendiri terjadi pada Senin 3 Agustus 2020 lalu di dalam kamar salah satu hotel di kota Padangsidimpuan .

Dalam video yang beredar itu, seorang laki-laki dewasa yang belakangan diketahui sebagai ASH (21) warga Kecamatan Batangtoru dan mengalami keterbelakangan mental. Di sana ASH mendapat perlakuan tidak senonoh dan penganiayaan serta direndam dalam bak air. Itu terekam jelas dalam video yang kemudian menyebar dengan luas dan cepat serta jadi bahan pergunjingan (viral) di media sosial.

Ada empat video dengan durasi masing-masing belasan detik. Dalam video itu terlihat, korban terpojok di antara lemari, kemudian ditendang. Terlihat ada tiga orang yang seperti mengintimidasinya.

"Jadi, sedangkan aku gak pernah dibuat ya kayak gitu kau," kata suara dari orang merekam video, kemudian memukul.

Di video lain, seorang perempuan berkaos hitam memaksa korban menungging kemudian dari belakang perempuan itu menekankan kakinya ke bokong pria berkebutuhan khusus itu. Parahnya, si perekam video menyuruhnya untuk membuat mimik wajah seperti orang terangsang.

Dalam video lainnya juga, pria berinisial ASH itu direndam dalam bak air. Dan yang merekam video memaksa ASH untuk tetap berada dalam bak, dan dipaksa mengucapkan permintaan maaf.

"Cepat, minta maaf. Cepat minta maaf au da Kak, inda hu baen be songoni (Minta maaf aku ya kak, tak ku buat lagi begitu," ucapnya.

Dari informasi yang di peroleh . Video itu pertama sekali dibagikan oleh akun bernama Tukma Harahap. Dalam keterangannya di media sosial itu, Tukma berencana menempuh jalur hukum atas perundungan dan penganiayaan terhadap korban yang tak lain adalah abangnya sendiri.

Dari postingannya itu, terakhir terpantau dibagikan sebanyak 555 kali dan dikomentari sebanyak 511 komentar.

Kepada wartawan Tukma mengaku sedih dan kesal karena abangnya dibuat begitu dengan perlakuan tanpa prikemanusiaan. Ia sendiri saat ini ada di perantuan di Kota Batam. Namun mendapat kabar dari keluarganya di Kecamatan Batangtoru perihal peristiwa itu. Untuk itu pun ia membagikan di media sosial, agar penegak hukum mengetahuinya.

"Abangku ini kan dibilang ada kurang-kurangannya (berkebutuhan khusus), gak normal. Jadi selama ini sepengetahuan saya memang ikut-ikut sama mereka (pelaku) aja itu," kata Tukma dalam sambungan telepon seluler, Selasa (4/8) lalu saat di hubungi

Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang Priyatno SSos, Selasa (1/12) menerangkan, perempuan dengan tato bergambar corak cicak di lengannya itu merupakan DPO yang diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP jo 170.

"Viral di Medsos, 1 pelaku sudah lebih Awal di tangkap dan saat ini sudah menjalani proses hukum Berdasarkan LP/253/VIII/2020/SU/PSP tanggal 05 Agustus 2020," katanya.

Kini pihaknya kembali menangkap pelaku lain seorang perempuan berinisial RS alias Kd (22) warga Kota Padangsidimpuan

Awalnya terang AKP Bambang, ASH diajak Kd ke hotel di lantai dua kamar bernomor 28. Setiba di dalam kamar, ASH dipukuli, ditendang dan direndam di dalam bak kamar mandi hotel oleh terlapor dan kawan-kawannya.

"Atas kejadian tersebut pelapor bersama keluarganya merasa keberatan dan membuat Laporan ke Polres Padangsidimpuan untuk proses hukum lebih lanjut," kata Bambang.

Penangkapan Kd berlangsung tengah malam di dalam kamar hotel di sekitaran Jalan Imam Bonjol setelah mendapat informasi dari masyarakat atas keberadaan yang bersangkutan, selanjutnya diboyong ke Markas Polres Padangsidimpuan.

"Hasil interogasi bahwa benar tersangka melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan NH dan H (DPO) terhadap ASH di salah satu hotel," pungkasnya.

Akibat peristiwa penganiayaan itu polisi masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang masih DPO. Yakni H, seorang waria yang ikut melakukan perekaman dan juga turut melakukan penganiayaan kepada korban. (#/sabar )

 

 

VIDEO