× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumut Seorang Kakek Berwajah Kriput Pasrah Tinggal di Dalam Gerobak Bekas

Seorang Kakek Berwajah Kriput Pasrah Tinggal di Dalam Gerobak Bekas

600
SHARE
Seorang Kakek Berwajah Kriput Pasrah Tinggal di Dalam Gerobak Bekas

Kakek berusia 67 tahun bernama Abdul Hasan hidup sebatangkara dan tinggal di dalam gerobang bekas yang berada di jalan danau kerinci kelurahan Wek V, kota Padangsidimpuan.

Sidimpuan, sidaknews.com - Kisah sedih dialami seorang kakek yang hidup sebatang kara dalam sebuah gerobak bekas berukuran 1,5 meter dengan kondisi sakit (stroke) luput dari perhatian pemerintah kota Padangsidimpuan.

Nama kakek tersebut Abdul Hasan (67) warga Jalan Danau Kerinci, persis dekat Klinik Santa Elisabet kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan selatan, kota Padangsidimpuan Ia memutuskan hidup sebatangkara setelah bercerai dengan istrinya, perceraian tersebut terjadi akibat dirinya menderita stroke di tubuh sebelah kirinya.

“Saya stroke akibat dulu jatuh. Sudah 20 tahun inilah saya stroke. Tapi, 3 tahun yang lalu isteri saya tidak mau lagi mengurus saya. Makanya kami bercerai. Dan saya milih tinggal di gerobak ini yang dulu saya beli 250 ribu rupiah,”ungkapnya ketika di temui wartawan, selasa (15/09)

Hidup ditengah penderitaan, tidak membuatnya menyerah. Dimana, hingga saat ini dia masih menggeluti pekerjaannya sebagai pedagang asongan. Meski hanya bisa meraup rezeki yang terbilang cukup memprihatinkan, Abdul masih tampak tegar menjalani hidupnya.

“Sehari-hari, saya berdagang rokok di Simpang Tugu Siborang. Dalam satu hari, rokok saya paling banyak laku itu 4 bungkus. Setiap bungkusnya, saya mendapat untung 2 ribu rupiah. Uang itulah yang saya gunakan untuk makan saya. Dan kadang juga makan saya dikasih orang,” bebernya.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan, 2 dari 3 anaknya hingga saat ini masih tinggal di Kota Padangsidimpuan. Kendati demikian, dirinya enggan tinggal bersama mereka lantaran tidak mau merepotkan anak-anaknya.

“Mantan isteri saya sama 2 anak saya tinggal di Sidimpuan ini. Mereka tahu saya kayak gini. Dan saya begini karena saya tidak mau merepotkan mereka,” ucapnya.

Kendati hanya berjarak sekira 100 meter dari Kantor Kelurahan Wek V, Abdul mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan berbentuk apapun. Bahkan, saat warga lainnya menerima bantuan dari pemerintah akibat dampak COVID-19, dirinya hanya bisa pasrah saja.

“Tidak pernah saya dapat bantuan. Bantuan Covid itu pun saya tidak dapat,” terang pria lanjut usia ini yang mengaku memilih pasangan Irsan Efendi Nasution dan Arwin Siregar dalam Pilkada Kota Padangsidimpuan tahun 2018 silam.

Tidak banyak yang ia bisa lakukan, disamping dirinya yang sudah temakan usia dan dilambangkan dengan wajah kriput serta rambutnya yang beruban.

“Disyukuri saja, karena masih punya warga yang dapat memperhatikan saya sekalipun tidak setiap hari,” lirihnya dengan nada rendah.

Pria yang mengalami stroke ini mengatakan, dikesehariannya ia di bantu warga sekitar walau untuk sekedar menyambung hidupnya sehari hari. tidak jarang dirinya juga sering sakit sakitan lantaran umurnya yang semakin tua.

“Kalau sakit saya diam di gerobang ini saja, jangankan untuk berobat untuk makan saja menunggu belas kasih tetangga,” seduhnya dengan nada lirih sambil meneskan Air mata (sabar)

VIDEO