× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda Post Seorang Petani Ditemukan Tewas di Kebun Sekujur Tubuh Penuh Luka, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang Petani Ditemukan Tewas di Kebun Sekujur Tubuh Penuh Luka, Diduga Korban Pembunuhan

SHARE
Seorang Petani Ditemukan Tewas di Kebun Sekujur Tubuh Penuh Luka, Diduga Korban Pembunuhan

Jasad Yusuf (51) warga jl. Kolonel Haji Burlian lorong Kota Baru RT 07 RW 07 No 385 km 5 Palembang, saat di RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Palembang, sidaknews.com - Seorang petani di temukan tewas di kebun kelapa miliknya dengan penuh luka di sekujur tubuhnya. Kuat dugaan korban pembunuhan. Senin (20/1/2020).

Yusuf (51) warga jl. Kolonel Haji Burlian lorong Kota Baru RT 07 RW 07 No 385 km 5 Palembang di temukan pertama kali oleh salah satu keluarganya di bawah pohon kebun miliknya di desa Teluk Payo kecamatan Tanjung Lago kabupaten Banyuasin Minggu (19/01) sekitar pukul 14,30 siang.

Saat di temukan korban telah meninggal dunia, dengan kondisi menggenaskan sekujur tubuh penuh luka di duga kuat korban pembunuhan.

Di tubuh korban di temukan luka di bagian siku lengan, bagian kepala hingga hidung yang di duga kuat menyebabkan korban meninggal dunia.

Kemudian korban Yusuf di evakuasi dari kebunya oleh keluarga, semula pihak keluarga menduga Yusuf jatuh dari pohon kelapa namum setelah melihat banyak luka di tubuhnya kuat dugaan korban pembunuhan.

"Tri Margono (38) salah seorang adek Ipar korban di RS. Bhayangkara Polda Sumsel mengatakan, dapat informasi korban meninggal melalui hp dari salah satu keluarganya di Tanjung Lago, sekira pukul 15.00 Wib."Terangnya.

Tambahnya, setelah dapat infomasi tersebut, kami dengan beberapa keluarga berangkat ke Tanjung lago, semula mayat mau di bawah langsung ke rumah orang tuanya di Sako, namun batal karena banyak luka di tubuhnya Tri Margono, melanjukan.

"Kasus ini kami serahkan ke Polisi untuk mengusut tuntas apa motif dibalik meninggalnya korban," ujar Tri Margono.

Setelah koordinasi dengan anggota di Polda almarhum kami bawah ke RS Bhayangkara Polda di Palembang untuk di visum ,ujar Margono. (Iskandar Mirza)