× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda sumsel Serobot Lahan Perusahaan, Warga Hadang Petugas Gunakan Bambu Runcing

Serobot Lahan Perusahaan, Warga Hadang Petugas Gunakan Bambu Runcing

487
SHARE
Serobot Lahan Perusahaan, Warga Hadang Petugas Gunakan Bambu Runcing

Sekitar 400 Kepala keluarga menghadang petugas di lokasi.

Palembang, sidaknews.com - Sekitar 400 kepala keluarga yang berada di Jl. Maju Bersama III kelurahan Alang Alang Lebar Kecamatan Talang Kelapa km 10 Palembang membabat habis pohon serta tanaman milik PT. Timur Jaya Group. Selasa (28/01/2020).

Bahkan warga membagi dan mengkapling lahan tersebut menggunakan bambu serta ada juga mendirikan pondok atau posko. Saat petugas dari BPN dan aparat kepolisian datang untuk mendata dan mengukur di halangi sebagian warga sambil membawa bambu runcing.

Warga mengklain lahan itu milik mereka dengan bukti kepemilikan surat pengakuan hak (SPH) dan kebun yang sudah di kelolah puluhan tahun.

"Rudy perwakilan warga mengatakan, lahan itu milik warga luas 34 hektar berdasarkan SPH dan kebun turun temurun dari keluarganya."Ucapnya.

Sedangkan dari pemilik PT. Timur Jaya Group melakui kuasa hukumnya Reza Ersyad lahan mililnya klainnya seluas 30 hektar berdasarkan bukti kepemilikan sertifikat hak milik dan sudah di ploting badan pertanahan nasional (BPN) kota Palembang.

Saat petugas BPN dan aparat kepolisian, Camat serta dari kekurahan dagang mau mendata dan mengukur ulang lahan di halangi warga yang menguasai lahan.

Warga hanya mengizinkan lahan yang di ukur dan di patok yang tidak mereka kuasai atau di dakam pagar tembok sedangkan lahan mereka kuasai tidak boleh di ukur.

Ratusan warga baik pria maupun wanita memegang bambu runcing kumpul dan mengawasi petugas memadang patok tanah.

Situasi pun makin sempat memanas dan tegang diwarnai pemandangan pematokan tanah bahkan puluhan orang sambil membawa bambu runcing mengikuti petugas saat memasang patok walaupun akhirnya selesai sekitar 1 hektar.

Camat Talang Kelapa Sariyansah Ismail (28/01) yang memantau di lokasi mengatakan, "masyarakat tidak memiliki surat yang syah atau bukti kepemilikan tanah, hanya saja sudah 3 bulan mereka aktif menguasai lahan tersebut."Terangnya.

Mulai menebas pohon dan berkebun namun tidak ada yang bangunan rumah permanen hanya pondok. Warga tidak punya bukti kepemilikan tanah hanya nebas dan berkebun tidak ada rumah hanya pondok," kata Sariyansah Ismail. (Iskandar Mirza)

 

 

 

 

VIDEO