× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda hukrim Sidang Lanjutan Tambang Bauksit, Hakim Kesal Keterangan Saksi Berbelit-belit

Sidang Lanjutan Tambang Bauksit, Hakim Kesal Keterangan Saksi Berbelit-belit

697
SHARE
Sidang Lanjutan Tambang Bauksit, Hakim Kesal Keterangan Saksi Berbelit-belit

Suasana sidang lanjutan kasus bauksit di pengadilan Tipikot Tanjungpinang.

Tanjungpinang,sidaknews.com - Hari ini 18 orang saksi yang seharusnya di hadirkan di Pengadilan Negeri kelas I Tanjungpinang, namun yang dapat hadir pada persidangan hanya 11 orang terkait kasus tambang bauksit yang melibatkan 12 orang terdakwa, Kembali di gelar, Kamis (14/1/21).

Para saksi mengaku tidak miliki hubungan keluarga terhadap para terdakwa, sebelum para saksi di ambil sumpahnya menurut agama masing-masing di bawah sumpah akan memberikan keterangan yang sebenarnya hakim kembali mengingatkan para saksi wajib memberikan keterangan yang sebenarnya.

"Apa yang diketahui para saksi berikan keterangannya jangan ditambah-tambah dan di kurang kurang jika memberi keterangan palsu akan ada hukumannya," tegas majelis hakim.

Sutiyono, Konlius, Andi Mulyani, Mansursolo, Nuryanti, Farjo, Dedi Indra, Salamun, Anggoro Mukti Sasono ASN ESDM, Samsul Bahri sekolah paket C jabatan kepala Desa Tembeling dan saksi M Zam Roni juga ANS di ESDM provibsi Kepri.

Terdakwa Amzon selaku kepala dinas ESDM saat itu, saksi Sutiyono yang masih PTT mengatakan adanya surat rekomendasi teknis dari PTSP dan pihak ESDM mengecek lokasi peruntukan yang dilakukan evaluasi itu pihak ESDM.

"Selama saya bertugas di sana ada 19 surat rekomendasi yang dikeluarkan. Saya cuma mengetahui, sebagai staf perusaan mineral sekedar mengetahui saja, tidak pernah cek lokasi hanya membuat laporan sesuai perintah kepala dinas," ungkapnya.

Kerja sama saksi bersama terdakwa Jalil membuat kolam ikan yang hanya beberapa hari di atas lahan milik pemerintah desa yang di hibahkan ke pemdes kemudian dilakukan kegiatan tambang bauksit selama 3 bulan dengan perjanjian 1.000 per ton dan mendapatkan 400 juta uang itu di bagikan ke masyarakat.

"Saya selaku direktur tidak mengetahui kinerja terdakwa Jalil, saya hanya di gaji perbulan selama 5 bulan perbulannya 2 juta dan totalnya 10 juta sesuai perjanjian awal," kata saksi.

Ijin IMB sudah keluar untuk rumah jaga kolam dan Jalil menggali lebih dari 1 hektar lebih tidak sesuai perjanjian awal seharusnya 40,15 bujur sangkar, saksi mengaku tidak tahu juga hal itu.

Hakim sempat kesal mendengarkan kesaksian para saksi yang berbelit belit, masalah ijin awal bangunan kolam dan rumah jaga yang berubah menjadi lahan tambang bauksit, sidang di tunda hingga pukul 13.00 wib karena masuki waktu sholat. (Dewi)

 

 

 

 

 

 

 

VIDEO